Banyak orang yang beranggapan jika minum air putih dalam jumlah banyak diyakini sebagai salah satu cara mudah untuk membantu menurunkan berat badan. Namun seorang ahli gizi justru mengklaim anggapan itu terbukti keliru. Mengapa demikian?Dr. Beth Kitchin, ahli gizi University of Alabama, AS, mengatakan bahwa minum air putih bisa bikin langsing hanyalah sebuah mitos. Kitchin juga menyatakan, air minum bukan merupakan kunci ajaib dalam proses penurunan berat badan.
“Ada sangat sedikit bukti bahwa air minum membantu menurunkan berat badan, itu mungkin hanya sugesti. Saya tidak mengatakan minum air itu itu tidak baik, tetapi hanya ada satu studi yang menunjukkan bahwa minum lebih banyak air membakar kalori ekstra, itupun sebenarnya hanya beberapa kalori ekstra saja per hari,” kata Kitchin seperti dilansir laman Daily Mail Kamis (10/4).
Selain membantah kebenaran teori bahwa minum air putih membantu menurunkan berat badan, Kitchin juga menyatakan bahwa teori seseorang harus minum air putih 8 gelas per hari hanyalah mitos. “Orang memang perlu mendapatkan cairan, tetapi tidak harus air putih. Tidak ada bukti bahwa air akan mencairkan lemak atau membuat anda merasa lebih kenyang. Jadi tidak masalah jika anda tidak suka air putih,” kata Kitchin lebih lanjut.
Air putih memang merupakan cairan terbaik untuk diminum. Tapi minuman lain seperti teh hijau, kopi dan jus juga baik. “Orang-orang sering berpikir kopi tidak sehat, padahal sebenarnya tidak seperti itu,” pungkasnya.
Studi sebelumnya juga pernah menyebutkan bahwa minum air putih yang sangat dingin dapat membantu proses penurunan berat badan. Meski dapat meningkatkan jumlah kalori yang terbakar, namun Kitchin menampik hal tersebut memberikan dampak yang cukup untuk menurunkan berat badan. Ia lebih menyarankan untuk memperbanyak konsumsi buah, sayuran dan sup untuk menurunkan berat badan.



