Category: Headline

Majalah Mingguan “HIDUP” No. 48, 30 September 2014, halaman 36-37 menurunkan laporan dengan judul :“Josaphat Tetuko Sri Sumantyo Peneliti Indonesia Berkarya di Jepang”.

Sepintas judul tulisan di majalah tersebut, kesannya biasa saja. Maksudnya bukankah memang banyak warga Indonesia yang bekerja di luar negeri, bahkan negeri ini berhasil mengirim begitu banyak tenaga kerja ke luar negeri menjadi TKI atau TKW yang ujung-ujungnya dari kegiatan ini membawa banyak devisa bagi Indonesia. Di sisi lain, kita juga pernah membaca dan melihat tayangan TV bagaimana tenaga kerja kita di luar negeri, khususnya TKI atau TKW pulang dengan babak belur bahkan hanya pulang tinggal namanya saja.

Kembali ke tulisan di majalah di atas, laporan itu mengkisahkan tentang seorang putera Indonesia dengan usia relatif muda 44 tahun menjadi seorang ahli yang mandra guna dalam ilmu penginderaan jarak jauh (remote sensing) di negeri sakura, dan hebatnya lagi Josaphat Tetuko Sri Sumantyo atau Josh demikian dia disapa menciptakan pesawat tanpa awak (nirawak) atau drone terbesar yang pernah dibuat di Asia.

Selengkapnya Majalah HIDUP menulis, “Kini, Josh terus berkutat mengembangkan ilmu tentang radar di Universitas Chiba. Bahkan, sejak 1 April 2013, Josh terdaftar sebagai professor termuda di Universitas Chiba. Selain mengajar, Josh juga mengepalai laboratorium di Jepang yang diberi nama Josaphat Microwave Remote Sensing Laboratory (JMRSL) .

Di laboratorium inilah, Josh melakukan penelitian teknologi penginderaan jarak jauh, melakukan riset radar serta merancang pesawat tanpa awak atau drone. Pesawat nirawak ini bisa dikendalikan jarak jauh. Pesawat ini telah diuji coba dan bisa membawa muatan dalam jumlah banyak. Pesawat nirawak ini diberi nama Josaphat Laboratory Large Scale Experimental Unmanned Aerial Vehicle atau JX-1. Pesawat nirawak ini adalah yang terbesar yang pernah dibuat di Asia, berukuran panjang enam meter serta dapat membawa peralatan radar hingga 30 kilogram. Saat ini, Josh juga dipercaya Kementerian Pendidikan dan Teknologi Jepang untuk mengembangkan dua mikro satelit, yang kelak dapat mendeteksi dini gejala gempa bumi yang kerap mengguncang wilayah Jepang.

Josh kelahiran Bandung, 25 Juni 1970, pernah tercatat sebagai peneliti BPPT pada tahun 1989-1999). Tetapi akhirnya kembali ke Jepang. Majalah itu mencatat alasan Josh kembali ke Jepang adalah ilmu dan perannya kurang mendapat perhatian. Dan di negeri sakura Josh mendapatkan apa yang menjadi pergumulan batinnya dimana ilmu dan peranya mendapat perhatian yang luar biasa, bahkan Pemerintah Jepang menempatkannya sebagai staf di Kementerian Pendidikan dan Teknologi dari tahun 2013 sampai sekarang.

Berkaryanya Pak Josh di negeri sakura, dapat dikatakan merupakan kerugian bagi negeri ini, dimana kita mengetahui bahwa Pemerintahan Jokowi–JK memiliki program untuk menempatkan sejumlah drone (pesawat nirawak) untuk mengawasi tanah khatulistiwa ini dan perairannya. Sementara itu kita mengetahui bagaimana beberapa kali dengan seenak perutnyapesawat-pesawat asing lenggang kangkung tanpa merasa bersalah menerobos wilayah udara Republik Indonesia.

Dengan kejadian-kejadian tersebut tentu negeri ini membutuhkan radar canggih untuk mengawasi penerobos-penerobos harammelintas di udara kita. Tentu untuk mewujudkan dan menciptakan alat-alat canggih tersebut kita sangat membutuhkan tenaga ahli yang mandra guna. Dan ironisnya di saat kita sibuk mencari-cari tenaga asing (orang asing) untuk mewujudkan kebutuhan kita tadi, ada banyak putera-putera terbaik negeri ini dibiarkan mencurahkan ilmu dan kepandaiannya serta mengabdi di negeri orang. Disini kita membayar tenaga asing dengan bayaran yang mahal, sementara para cerdik pandai negeri ini yang ada di luar negeri dibiarkan dan tidak diberi perhatian.

Sudah waktunya, Ibu Pertiwi memanggil pulang putera-putera terbaik bangsa yang berkarya di negeri orang untuk kembali membangun negeri ini. Kalau pemerintah mampu membayar mahal pekerja-pekerja asing, bukankah tidak lebih baik perhatian yang sama kita berikan kepada putera-putera terbaik bangsa sekaliber Pak Josh ini. Harapan mereka tidak muluk-muluk: ilmu dan perannya mendapat perhatian yang layak di negerinya sendiri. Pasti, untuk masalah dedikasi dan loyalitasnya akan lebih besar dari pada para pekerja asing. Sampai kapan para orang-orang pintar Indonesia ini dibiarkan berkarya di negeri orang?.

Memang Josh sendiri tetap mempunyai komitment membantu Indonesia. Meski berkarya di negeri orang, kecintaan Josh kepada Indonesia tidak luntur. Ia tetap menjalin kerjasama penelitian dengan beberapa Universitas di Indonesia. Setiap tahun, ratusan peneliti Indonesia belajar di Josaphat Microwave Remote sensing Laboratory. Selain itu, Josh bersama sang istri mendirikan Pandhito Panji Foundation (PPF). Yayasan ini membantu para meneliti untuk melakukan riset penginderaan jarak jauh. Yayasan ini juga memberikan beasiswa kepada anak-anak Indonesia dari jenjang sekolah dasar hingga pasca sarjana.

Yang pasti, bukan hanya Josh saja orang pintar Indonesia yang berkarya di luar negeri, masih banyak Josh-Josh lain yang bertebaran di berbagai sudut dunia menyumbangkan keahlian dan kepandaiannya untuk negeri-negeri asing, baik sebagai ahli ekomomi, ahli penerbangan, ahli fisika, ahli kimia dan masih banyak lagi keahlian lainnya yang sesungguhnya sangat dibutuhkan negeri ini. Untuk ini ini dibutuhkan niat baik dan komitmen pemerintah untuk mengajak kembali dan memberikan perhatian yang layak untuk ilmu dan perannya mereka di negeri ini.

Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla bertekad agar pembangunan di negeri ini terus menggeliat dan berjalan maju dengan cepat, untuk itu dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas bahkan yang berkualitas dunia. SDM-SDM seperti ini kita miliki berlimpah, sayangnya mereka tidak ada di Indonesia.

Sumber: http://perpustakaan.uajy.ac.id/2015/02/25/sampai-kapan-orang-orang-pintar-indonesia-berkarya-di-luar-negeri/

 

Read Full Article

Sehari jelang peringatan HUT RI ke-70, pebulutangkis Indonesia kembali mengharumkan bangsanya. Ahsan/Hendra, pasangan ganda putra terbaik bangsa itu, mempersembahkan gelar juara dunia, sekaligus mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya lebih cepat dari seremoni di Istana, besok Senin (17/8).

Keberhasilan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan ini akhirnya tak membuat Indonesia hampa gelar di TOTAL BWF World Championship 2015. Ahsan/Hendra jawara usai mengalahkan ganda Tiongkok, Liu Xiaolong/Qiu Zihan.

Dalam laga berdurasi 37 menit di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (16/8) malam, Ahsan/Hendra menang 21-17, 21-14.

Kemenangan ini sekaligus meruntuhkan dominasi Tiongkok yang di empat partai final sebelumnya menggondol tiga gelar masing-masing ganda campuran Zhang Nan/Zhao Yunlei yang sukses mengalahkan rekan senegara Liu Cheng/Bao Yixin 21-17, 21-11

Kemudian tunggal terbaik dunia, Chen Long yang menang atas Lee Chong Wei (Malaysia) 21-14, 21-17, dan gelar ketiga dari tangan Tian Qing/Zhao Yunlei yang mengalahkan Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl 23-25, 21-18, 21-15.

Sementara satu gelar lagi dari nomor tunggal putri diraih Carolina Marin (Spanyol) usai menumbangkan Saina Nehwal 21-16, 21-19.

Sumber: jpnn.com Foto: cnnindonesia

 

Read Full Article

Pesawat tempur Sukhoi 27/30 menjalani misinya di Tarakan. Mereka bertugas untuk memantau dan menindak pelanggar perbatasan di wilayah Ambang Batas Laut (Ambalat) di Kalimantan Utara (Kaltara).

”Kami di sini diminta menjaga perbatasan dengan kombinasi latihan,” terang Komandan Skuadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Letkol Pnb Vincentius Endi Hadi Putra seperti dilansir jpnn.com.

Patroli di perbatasan itu merupakan perintah langsung dari pimpinan. Terutama untuk menggelar patroli di perbatasan Kaltara dan menjaga kedaulatan NKRI. Latihan yang disertakan dalam operasi tersebut bernama Latihan Perkasa.

Dalam misi itu, empat pesawat tempur Sukhoi itu ditugaskan untuk mengamankan perbatasan. Pesawat tersebut dilengkapi senjata dan rudal-rudal penghancur.

”Tak hanya latihan, kami juga stand by di Tarakan jika ada pelanggaran udara atau laut oleh negara asing,” ucap Vincentius yang menjabat komandan Skuadron 11 Lanud Hasanuddin sejak 16 April menggantikan komandan sebelumnya, Letkol Pnb David Yohan Tamboto.

“Di sini, kami juga menindak pelanggaran udara, terutama di sekitar Tarakan,” lanjutnya.

“Kalau ada pelanggaran yang tertangkap oleh radar milik Satuan Radar 225, kami langsung mengidentifikasi sasaran tersebut. Kalau memang itu mengancam kedaulatan negara, pasti kami tindak dengan pesawat Sukhoi,” jelasnya.

Tindakan yang bisa diambil saat terjadi pelanggaran sangat banyak, mulai penurunan paksa pesawat pelanggar sampai pengusiran kembali ke negaranya. Tentu, jika terjadi pelanggaran dan mengancam kedaulatan NKRI, Sukhoi siap menambak hancur.

”Selama ini yang kami lihat jarang ada provokasi. Sebab, negara-negara tetangga melakukan kerja sama dengan kita. Mereka juga menghormati kedaulatan NKRI,” ujarnya.

Vincentius menerangkan, wilayah Ambalat dan sekitarnya aman terkendali. Sebab, sebelum mendarat di Tarakan, Sukhoi melakukan pengintaian dan pemantauan di daerah yang berbatasan langsung dengan negara asing. ”Objek asing tidak ada, kondisi aman terkendali. Jadi, sifatnya sekarang kami stand by untuk operasi,” pungkas Vincentius.

Sumber: jpnn.com

 

Read Full Article

Pelaksanaan masa orientasi siswa (MOS) di sebuah sekolah di Bekasi membawa korban jiwa, seorang siswa baru. Evan Christopher Situmorang, 13, tewas setelah mengikuti kegiatan MOS di sekolahnya. Menurut keluarganya, Evan mulai sakit-sakitan setelah diminta berjalan sejauh 4 km saat masa pengenalan itu.

Menurut Ratna Dumai, ibu Evan, sang anak kerap diminta aneh-aneh selama mengikuti MOS di sekolah barunya, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Flora, Perumahan Pondok Ungu, Kota Bekasi. Misalnya membuat nasi belatung kecap, memberi warna uban, hingga kewajiban menggunakan pakaian yang ditentukan.

Ketentuan itu pun disertai aturan membawa makanan dan minuman sesuai dengan arahan senior di sekolah. Bila tidak mengikuti, siswa akan dihukum squat jump. Untuk memenuhi seluruh kelengkapan tersebut, Ratna mengaku harus mengeluarkan Rp 70 ribu setiap hari. MOS sendiri dilaksanakan tiga hari, mulai 7 hingga 9 Juli 2015.

Namun, yang paling diingatnya dari pelaksanaan MOS sang anak adalah kegiatan jalan kaki sejauh 4 km. Kegiatan tersebut dilakukan dengan dalih untuk pengenalan lingkungan sekolah.

Menurut cerita almarhum Evan, kata Ratna, perjalanan dimulai dari sekolahnya di Pondok Ungu menuju Perumahan Puri. Kemudian dilanjutkan ke SPBU Pondok Ungu dan berakhir kembali menuju sekolah. “Dia mengeluh kakinya sakit,” ujarnya kemarin.

Melihat hal itu, Ratna pun segera memberikan perawatan. Evan dibawa ke tukang urut. Meski sang anak telah beristirahat beberapa waktu, rasa nyeri tersebut masih terasa hingga hari pertama sekolah tiba. Sebelum akhirnya kondisi itu diperparah saat Evan jatuh di kamar mandi sekolah. “Pada 28 Juli dia jatuh. Kakinya semakin parah,” tambah Ratna.

Setelah kejadian tersebut, Evan sempat tidak masuk sekolah. Pihak orang tua pun telah memeriksakan sang anak ke puskesmas. Namun, dua hari setelahnya Evan harus meregang nyawa dan meninggal pada Kamis sore (30/7) setelah kejang dan dilarikan ke rumah sakit.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Sekolah Flora Maria W. Da Gomez membantah tuduhan bahwa kematian korban disebabkan kegiatan MOS yang diberikan pihak sekolah. Menurut dia, jarak antara MOS dan hari kematian cukup jauh. “Kegiatan MOS kan dari 7 sampai 9 Juli dan itu sudah lewat 19 hari baru Evan meninggal,” dalihnya.

Bantahan juga dilontarkan atas tudingan jatuhnya Evan di kamar mandi. Maria mengungkapkan, pada hari itu Evan justru diantar ke kamar mandi karena kakinya tak bisa digerakkan. Sehingga dia pun terpaksa harus digotong teman dan gurunya.

“Saat kami menghubungi, kami tanya apakah sang anak sedang sakit. Dan sang ayah membenarkan. Tapi, itu tidak pernah dilaporkan langsung kepada kami,” paparnya.

Mendapat kabar tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan langsung geram. Dia pun meminta Inspektorat Jenderal Kemendikbud langsung turun tangan dan melakukan penyelidikan. “Sabtu setelah dengar, saya langsung terjunkan tim,” ucapnya.

Namun, hingga kemarin Anies masih enggan membeberkan apa yang telah diperoleh timnya. Dia mengatakan, hasil sementara masih perlu diperdalam dengan beberapa penyelidikan kembali. Penyelidikan itu bertujuan untuk mengetahui lebih detail kegiatan selama MOS dan rentang waktu seusai MOS hingga hari pertama masuk sekolah.

Meski demikian, mantan rektor Universitas Paramadina Jakarta tersebut menegaskan, dari awal pihaknya telah melarang adanya perpeloncoan dalam kegiatan pengenalan siswa baru itu. Hal tersebut telah tercantum dalam Surat Edaran Mendikbud Nomor 59389 Tahun 2015 yang sudah dikirimkan ke sekolah-sekolah. “Kebijakan jelas, aturan juga jelas. Kami tegas-tegas melarang perpeloncoan,” tandasnya.

Tapi sayang, lanjut Anies, banyak kepala sekolah yang lalai sehingga aturan tersebut tidak dijelaskan kepada guru dan siswa. Akibatnya, tahun ini MOS masih dijalankan berdasar kebiasaan, bukan aturan yang telah dibuat. “Pengawasan oleh dinas dan kepala sekolah harus diperbaiki,” tegasnya.

Terkait sanksi, Anies mengatakan tidak bisa langsung menindak tegas pihak sekolah. Sebab, kepala sekolah dan guru merupakan perangkat pemerintah daerah, bukan bawahan Kemendikbud. Namun, pihaknya memastikan tidak bakal tinggal diam. Kemendikbud akan memanggil pemda jika ada pembiaran atas apa yang terjadi pada MOS di wilayahnya.

Senada, Irjen Kemendikbud Daryanto mengaku belum dapat membeberkan hasil penyelidikan sementara. Sebab, perlu dilakukan pencocokan informasi dari semua pihak atas MOS berujung maut tersebut. “Jarak setelah MOS dan waktu kematian kan cukup lama. Ini masih kami dalami apa yang terjadi sebetulnya,” jelas dia.

Daryanto menambahkan, pihaknya sempat merekomendasikan dilakukannya otopsi untuk membuka tabir kematian sang anak. Namun, pihak keluarga menolak. “Kami juga tidak bisa memaksa,” ucapnya.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise meminta Kemendikbud menindak tegas oknum-oknum yang terbukti bersalah. Dia pun mendorong Mendikbud Anies bisa membuat aturan baku soal MOS agar perpeloncoan tidak terjadi lagi. “Anak kan memiliki hak untuk mendapat pendidikan yang baik. Lapor saya kalau ada kekerasan. Nanti saya tangkap,” tegasnya.

Pernyataan lebih keras disampaikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Sekretaris KPAI Erlinda meminta kegiatan MOS dihapuskan karena tidak membawa dampak yang baik bagi anak.

Sementara bagi kepala sekolah dan guru yang lalai, dia meminta diberi sanksi tegas. “Bisa TKD (tunjangan kinerja daerah)-nya dipotong. Tapi, kalau memang ada unsur pidana, jelas harus ditindak,” tandasnya. (jpnn)

Read Full Article

sbmptnKetua Umum Panitia Pusat SBM PTN Rochmat Wahab membenarkan bahwa terjadi “ledakan” kuota mahasiswa baru melalui seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM PTN).

Kuota awal yang disiapkan panitia adalah sekitar 99 ribu kursi. Tetapi saat panitia merilis pengumuman kelulusan, kuota ini membengkak menjadi sekitar 121 ribu kursi.

“Benar yang kita terima adalah 121.653 orang. Sedangkan kuota awalnya hanya 99 ribuan,” katanya di kantor Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Senayan, Jakarta kemarin.

Rochmat menuturkan kuota mahasiswa baru melalui SBM PTN bertambah besar karena ada limpahan dari kuota sisa seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNM PTN). Pria yang juga menjadi rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu menuturkan, hampir di setiap PTN ada saja calon mahasiswa lulus SNM PTN yang tidak daftar ulang.

Sehingga panitia mau tidak mau mengalokasikan sisa kuota SNM PTN itu untuk SBM PTN. “Kita tidak mungkin membiarkan kuota itu kosong begitu saja. Sayang juga bangkunya kosong,” urai dia.

Guru besar bidang pendidikan anak berbakat itu menjelaskan, pelamar dengan nilai ujian tertinggi masih ada di kampus-kampus top. Untuk kelompok sains teknologi (saintek) nilai rata-rata tertinggi ada di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan skor 706,53 (skor tertinggi 1.000). Kemudian disusul Universitas Indonesia (673,65) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (652).

Kemudian untuk kelompok sosial humaniora (soshum), rata-rata nilai tertinggi ada di Universitas Indonesia (677,20), Institut Teknologi Bandung (664,13), dan Universitas Gadjah Mada (657,04).

Sementara itu Rochmat menuturkan prodi yang diminati dalam SBM PTN tahun ini tidak ada perbedaan dengan tahun lalu. Untuk kelompok saintek prodi paling laris ada di informatika dan komputer. Kemudian kedokteran, teknik sipil, dan farmasi. Sedangkan di kelompok soshum adalah managemen, akuntansi, hukum, komunikasi, administrasi.

Panitia menuturkan tahun ini jumlah pendaftar SBM PTN mencapai 693 ribuan orang. Bagi pelamar yang tidak lulus SBM PTN, hampir dipastikan sudah tidak ada kesempatan lagi untuk kuliah di kampus negeri tahun ini.

Sebab rata-rata PTN sudah menutup masa pendaftaran seleksi mandiri (seleksi selain SBM PTN dan SNM PTN). Ketua Umum Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Herry Suhardianto membenarkan bahwa seleksi mandiri hampir disemua kampus negeri sudah ditutup.

“Tahun-tahun sebelumnya pendaftaran seleksi mandiri memang masih dibuka setelah pengumuman SBM PTN dikeluarkan,” ujarnya pria yang juga rektor IPB itu.

Sebab seleksi mandiri dijadikan sarana terakhir bagi calon mahasiswa untuk bisa kuliah di kampus negeri. Herry menjelaskan bahwa tahun ini pendaftaran seleksi mandiri umumnya memang maju semuanya. Sebab PTN umumnya memajukan pendaftaran seleksi mandiri karena menghindari libur idul fitri.

“Tahun depan pendaftaran seleksi mandiri tetap dibuka setelah pengumuman SBM PTN,” katanya. (jpnn)

Read Full Article

SEBUAH impian besar mampir dibenak putra-putri terbaik bangsa. Tentang harapan mereka untuk membuat dan memiliki sebuah kapal induk. Dan jika impian ini benar-benar terwujud, kapal induk ini nantinya akan menjadi yang terbesar di dunia. Tak hanya itu saja, Indonesia dipastikan akan menjadi salah satu negara pertama di asia tenggara yang memiliki kapal induk.

Seperti apa wujud impian itu? Berikut informasinya, seperti dikutip dari berbagai sumber.

Kapal Republik Indonesia Induk Nusantara
Dalam rancangannya, kapal induk ini nantinya akan di lengkapi dengan mesin/turbin uap bertenaga nuklir. Tenaga nuklir ini diperoleh dari reaktor nuklir yang berada pada kapal tersebut yang dihubungkan dengan turbin uap. Tenaga uap ini nantinya juga digunakan sebagai sumber tenaga listrik serta pengatur tekanan pada catapult kapal induk untuk meluncurkan pesawat.
Kapal induk sejenis (bertenaga nuklir) juga sudah digunakan pada armada Amerika Serikat. Dengan kode CVN (Carrier Vessel Nuclear), misalnya USS Ronald Reagan, USS Kitty Hawk, USS Enterprise, dsb.

Kapal Induk KRI Nusantara 1

Sebuah kapal induk kelas ini dapat mengangkut lebih dari 100 pesawat, 8000 tentara, dan lebih dari 9000 buah bom. Sebuah kapal induk dengan 70 pesawat militer dapat mengirimkan lebih dari 250 serangan sehari terhadap target di daerah pesisir, atau lebih jauh.

Type : Giant Double Deck- Nuclear Aircraft Carrier

Displacement : 400.000 Tons
Length : 600 m
Propulsion:
6 × Mini Nuclear Reactors
12 × Steam turbines
(800 MW)
Speed: 60+ knots

Kapal Induk KRI Nusantara 2Dibutuhkan kemauan yang kuat untuk bisa mewujudkan impian besar itu. Mengingat ini merupakan rencana besar yang tidak bisa diwujudkan dalam waktu yang singkat. Dan seandainya ini benar-benar terjadi, maka kejayaan Indonesia di bidang maritim akan kembali diraih.

Kapal Induk KRI Nusantara 3Sumber:

Kaskuser
Defense Studies
Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pertahanan
PT. PAL Indonesia

Read Full Article

NEGARA tetangga sepertinya akan ketar-ketir dengan kemampuan militer Indonesia. Ini bukanlah militay bluff, atau gertakan militer belaka. Melainkan bagian dari kemandirian bangsa.

Industri pertahanan dalam negeri memang terus bergerak. Memproduksi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam berbagai model. Untuk jenis rudal misalnya, Indonesia telah mendisain dan akan memproduksi sendiri rudal. Namanya: Rudal Petir.

Rudal itu didisain oleh PT Sari Bahari, dan diperkenalkan kepada Menteri Pertahanan Ryamizard Riyacudu.

“PT Sari Bahari akan membuat rudal seperti pesawat dilengkapi bahan peledak seberat 10 Kg yang diisi PT Dahana,” kata pendiri PT Sari Bahari, Ir Ricky Hendrik Egam sambil menampilkan gambarnya di layar.

inside rudal petir

Menurut Ricky, rudal petir mempunyai kecepatan luncur sampai 250 km/jam. Rudal dapat diluncurkan dari kapal perang maupun menggunakan launcher dari darat. Rudal juga dapat dikendalikan dan diprogram untuk mencapai sasaran tertentu.

“Kami sudah uji terbang, tinggal uji ledak. Kalau jadi program ini di Kemenhan bisa diuji. Daya capainya 40 KM,” paparnya.

Ricky menjelaskan kemampuan rudal petir lainnya. Yaitu dapat diluncurkan dari kapal perang, sasarannya obyek vital tidak bergerak. Rudal dapat melalui sasaran melewati kontur, dan kerendahan terbang sampai 20 meter sehingga tidak terbaca radar dan frekuensinya berubah2 hindari jumming.

“Rudal Petir asli buatan anak bangsa, tidak melibatkan tenaga asing sama sekali,” ujarnya.

Sumber: goodnewsfromindonesia.org

Foto: tribunnews.com

 

Read Full Article

KEMANDIRIAN di bidang teknologi mendorong PT Pindad untuk kembali berkreasi. Dengan segenap daya yang ada, BUMN strategis ini memproduksi varian alat berat berupa ekskavator. Excava 200, bercorak Merah Putih.

Excava 200 ini diprediksi akan mendobrak dominasi asing terhadap kebutuhan alat berat di Indonesia. Rencananya akan dibanderol dengan kisaran harga 90.000 – 110.000 dollar AS per unit. Direktur Utama PT Pindad Silmy Karim menjelaskan, perusahaan alutsista tersebut kian mengembangkan bisnis non-pertahanan dan keamanan.

Produksi Excava 200, didasarkan pada niat Pemerintah untuk meningkatkan porsi bisnis non-alutsista menjadi 25 persen. Setelah melihat peluang pasar dan kebutuhan untuk pembangunan infrastruktur.

Atas dasar itu, Pindad memutuskan untuk melakukan diversifikasi produk, salah satunya dengan membuat ekskavator. Namun, Silmy memastikan pula bahwa pilihan ini bukan tanpa dasar kompetensi dari Pindad.

“Kompetensi kita di hidrolik. Kita bisa bikin crane. Kita sudah bisa membuat Anoa, tank, kurang lebih sama. Kemudian roda rantai, juga sama, malah lebih gampang. Saya tanya (ke karyawan), gampangan mana bikin tank sama ekskavator? (Mereka bilang) Gampang ekskavator. (Saya bilang) Ya sudah bikin,” cerita Silmy, seperti dilansir beberapa media online.

Pindad diminta memproduksi 100 unit ekskavator dalam satu tahun. Kita sudah kerja siang-malam untuk bisa menghasilkan ekskavator tersebut. Akhirnya, selesai 10 Juni kemarin. Kemudian, uji sertifikasi pada September-Oktober, dan 2016 langsung produksi,” ucap Silmy.

Silmy menerangkan, pasar alat berat di Indonesia masih sangat didominasi pemain luar. Padahal, potensinya pada tahun 2012 saja mencapai 7927 unit. Silmy berharap, Exvaca 200 bisa mencaplok 10 persen dari ‘kue’ di pangsa pasar tersebut, atau sekitar 790 unit selama lima tahun ke depan. Dalam kesempatan yang juga dihadiri sejumlah direksi BUMN Karya itu, Silmy berharap, BUMN bisa mengambil 50 persen dari 790 unit itu.

Excava 200 didominasi warna merah dan putih yang melambangkan bendera Indonesia. “Ekskavator ini akan diluncurkan 17 Agustus, dan menjadi hadiah bagi Indonesia, bahwa kita ikut membangun pembangunan bangsa Indonesia ke depan, membangun infrastruktur,” ujar Silmy.

Sumber: goodnewsfromindonesia.org

Read Full Article

Indonesia Raya kembali berkumandang di ajang GP2. Setelah pebalap Indonesia, Rio Haryanto sukses menduduki podium pertama di balapan GP2 Inggris.

Memulai balapan di posisi pole position, Rio menyelesaikan balapan dengan waktu 36 menit 27,949 detik. Ini merupakan kemenangan yang ketiga kalinya di sprint race pada musim balapan ini, sejak ia pindah ke Campos Racing. Dua kemenangan sebelumnya ia dapatkan di Bahrain dan Austria.

Di Inggris, Rio sukses meraih podium utama setelah mengamankan tikungan pertama. Sehingga ia kemudian bisa menyelesaikan putaran demi putaran, dan tak tergganggu oleh pebalap lainnya. Membuntuti Rio tempat kedua dan ketiga terdapat Raffaele Marciello (Trident) dan Pierre Gasly (DAMS).

Hasil ini membuat Rio kini berada di peringkat tiga klasemen sementara dengan 91 angka, sementara di peringkat pertama ada Stoffel Vandoorne (170 poin) dan di peringkat dua Alexander Rossi (105 poin).

“Di race kedua hari ini, saya start dari pole position. Saya berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan start yang baik, dan di sprint race tadi saya mendapat start yang sangat baik,” kata Rio seusai balapan dalam rilis resmi yang dikirimkan kepada media, seperti dilansir cnnindonesia.com.

“Setelah itu, di awal lomba, saya juga berhasil menjauhi Marciello yang berada di posisi kedua, dengan jarak sekitar 3 detik. Saya terus berusaha untuk menjaga jarak 3 detik tersebut dari dia.”

Rio sendiri mendapatkan pole position karena mendapatkan peringkat delapan pada feature racingyang berlangsung pada Sabtu (4/7). Rio yang memulai balapan dari posisi ke-15 sebenarnya finis di urutan kesepuluh, namun ia mendapatkan keuntungan dari hukuman penalti yang dijatuhkan kepada Arthur Pic dan Oliver Rowland.

Sebagai catatan, Sprint race GP2 memang menganut sistem start terbalik untuk pebalap yang menempati posisi delapan besar di feature race.

“Balapan berikutnya di sirkuit Hungaroring, Budapest, memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan sirkuit Silverstone. Sirkuit di Budapest memiliki cukup banyak tikungan-tikungan lambat.”

Tahun lalu, tim Campos dengan Arthur (Pic) tampil kencang di sirkuit ini, sehingga kita punya settingan mobil yang baik. Saya berharap dapat tampil maksimal kembali di ronde berikutnya.”

Read Full Article

Dunia militer Indonesia kembali berduka. Ketika salah satu armada tempurnya, Hercules C-130 milik TNI AU, jatuh ketika mengudara di Medan, Sumatera Utara, Selasa (30/6/2015).

Pesawat Lockheed C-130 Hercules bermesin empat turboprop sayap tinggi (high wing) ini memang menjadi andalan TNI AU sebagai ‘kargo’ militer. Di dunia, pesawat ini juga laris digunakan sebagai alat angkut militer.

Kemampuan pesawat ini yang bisa mendarat dan lepas landas di landasan pendek menjadikan Hercules C-130 digunakan untuk banyak kebutuhan. Selain digunakan untuk mengangkut tentara, Hercules C-130 juga difungsikan sebagai pesawat kargo, pengamatan cuaca, pengisian bahan bakar di udara, pemadam kebakaran udara, dan ambulans udara.

Menurut Panglima Komando Operasi TNI AU I Marsda TNI Dwi Putranto, pesawat Hercules C-130 yang jatuh sedang melakukan penerbangan rutin.

“Pesawat tersebut sedang melakukan penerbangan rutin, mengangkut prajurit,” kata Pangkoopsau I Marsda TNI Dwi Putranto, seperti dilansir beberapa media online.

Dwi mengatakan, pesawat nahas yang dipiloti Kapten (Pnb) Sandi itu mengangkut sekira 12 kru. Mereka berangkat dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta pagi sekira pukul 06.00 WIB.

Rencananya, pesawat tersebut bertolak ke Pekanbaru, Riau lalu ke Medan, Sumatera Utara. Namun, saat mau melanjutkan ke Dumai (Riau), Tanjung Pinang (Kepulauan Riau) dan Pontianak (Kalimantan Barat), pesawat tersebut mengalami kecelakaan sekira pukul 11.48 WIB.

Seperti apa spesifikasi Hercules C-130? Berikut datanya:

Daya muat : 45,000 lb (20,000 kg)
Panjang : 97 ft 9 in (29.8 m)
Rentang sayap : 132 ft 7 in (40.4 m)
Tinggi : 38 ft 3 in (11.6 m)
Luas sayap : 1,745 ft² (162.1 m²)
Berat kosong : 75,800 lb (34,400 kg)
Berat berguna : 72,000 lb (33,000 kg)
Berat maksimum saat lepas landas: 155,000 lb (70,300 kg)
Mesin : 4 × Allison T56-A-15 turboprops, 4,590 shp (3,430 kW) masing-masing kinerja
Laju maksimum : 320 knots (366 mph, 592 km/h) at 20,000 ft (6,060 m)
Laju jelajah : 292 kn (336 mph, 540 km/h)
Jangkauan : 2,050 nmi (2,360 mi, 3,800 km)
Langit-langit batas : 23,000 ft (7,000 m)
Laju tanjak : 1,830 ft/min (9.3 m/s)

 

Read Full Article

demo-guru-ilustrasi-Ribuan guru di sekolah swasta mengancam akan menggelr aksi demo. Ini terkait belum cairnya bantuan insentif bagi guru swasta yang biasanya dibayar secara triwulan.

“Harusnya insentif Januari sampai Maret dibayarkan bulan April. Ini Mei sudah akan berakhir, kami belum juga dibayar,” protes seorang guru swasta yang menolak namanya ditulis.

Kecemasan itu, sambung dia, berbuntut rencana untuk turun ke jalan dalam waktu dekat. Ribuan guru yang mengajar di sekolah swasta bermaksud menemui ketua DPRD dan wali kota guna menanyakan langsung mengapa insentif bagi guru swasta tersendat. “Tahun-tahun sebelumnya tidak sampai tersendat seperti ini,” keluh dia.

Ketua Persatuan Guru Swasta Balikpapan (PGSB), Nugroho Sudewo ketika dikonfirmasi tadi malam membenarkan rencana guru swasta mulai TK, SD, SMP, MTs, SMA/MA ,dan SMK untuk segera turun ke jalan. Pemicunya tunjangan tambahan penghasilan atau dulunya dikenal insentif untuk triwulan I tahun 2015, hingga kini belum cair.

“Ada dua insentif, dari pemprov sebesar Rp 300 ribu per bulan, dan dari pemkot Rp 700 ribu per bulan. Dibayarkannya triwulan, mestinya April cair, tapi sampai sekarang belum ada kabar,” ungkap Nugroho.

PGSB, ia menandaskan, telah mengumpulkan koordinator pengurus PGSB dari tiap-tiap kecamatan meminta agar guru swasta menahan diri untuk tidak turun ke jalan karena dikhawatirkan bisa menggangu kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Apalagi jumlah guru swasta yang tergabung dalam PGSB jumlahnya besar. “Hampir dua ribu orang. Karena itu kami minta mereka menahan diri, jangan ada demo dulu, biar kami yang menanyakannya ke pihak-pihak terkait,” pinta Nugroho.(jpnn)

Read Full Article

nasi dari beras plastikMulai saat ini, cermatlah memilih beras. Jangan sampai perut kita dipaksa mengonsumsi nasi dari beras plastik. Sebab, beras yang mengandung bahan sintetis sangat membahayakan kesehatan.

Ketua Tim Pangan dan Gizi Jatim Andriyanto mengatakan, plastik bukan merupakan bahan makanan. Sebab, masuknya senyawa plastik ke dalam tubuh dapat menyebabkan kerusakan organ. Misalnya, gangguan hati dan gagal ginjal.

Selain itu, mengonsumsi plastik juga dapat menyebabkan kanker. Sebab, plastik mengandung zat dioksin. Di mana, zat tersebut memiliki sifat karsinogenik. “Efek jangka panjangnya ya kanker,” katanya. Bahkan, dia menambahkan, mengonsumsi plastik juga dapat menyebabkan kematian.

Dia mengatakan, ada sejumlah gejala awal yang harus diwaspadai masyarakat. Mengonsumsi plastik dapat menyebabkan anoreksia atau kehilangan selera makan. Selain itu, gejala lainnya adalah mual dan pusing.

Jika terlalu sering dikonsumsi, kandungan plastik pada beras plastik juga dapat menempel pada lambung. Gejala awalnya perut merasa sakit layaknya orang yang menderita maag. “Tapi jika dibiarkan bisa menyebabkan kanker kolom atau kanker lambung,” jelasnya.

Andriyanto menegaskan, plastik memang tidak layak dikonsumsi. Bahan sintetis hanya boleh digunakan sebagai pembungkus. Itu pun harus dalam pengawasan. “Ada standarnya juga. Tidak semua jenis plastik bisa untuk membungkus makanan,” ujar Andriyanto.

Dengan banyaknya bahaya yang ditimbulkan, Andriyanto mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat membeli beras. Bahkan, pihaknya juga meminta masyarakat untuk melihat dengan jeli beras yang akan dikonsumsi.

Andriyanto menjelaskan, ada tiga kandungan yang terdapat dalam beras. Yakni, karbohidrat, protein, dan vitamin B1. “Kandungan vitamin B itu yang membuat beras berwarna putih pudar,” katanya.

Dia menambahkan, beras sehat dilihat dari warnanya yang tidak terlalu putih dan tidak bening. “Biasanya putih pudar, lalu ada bintik di tengah,” ucap Andriyanto.

Andriyanto berharap pemerintah bisa sigap dengan maraknya peredaran beras plastik. Selain membahayakan kesehatan, mencampur beras plastik ke dalam beras asli sudah masuk ke ranah kriminal.

Sebab, mengoplos beras sangat merugikan konsumen. “Mudah-mudahan pelaku bisa segera ditangkap dan peredarannya bisa dihentikan,” tandas Andriyanto. (jpnn)

 

Read Full Article