cover sukhoi

Sukhoi SU-35, Harapan dan Impian TNI AU

Pemerintah akhirnya menjatuhkan pilihan terhadap pengganti F5-Tiger. Jet tempur buatan Rusia, Sukhoi SU-35BM. Menurut rencana, pilihan tersebut akan ditindaklanjuti oleh kedua belah pihak dengan skema G To G.

Kenapa harus SU-35? Padahal ada beberapa pihak yang menawarkan, Gripen, Typhoon, atau Rafaele. Ada beberapa pertimbangan untuk menjawab itu. Seperti dalam analisa yang dikutip dari jakartagreater.com.

  1. Mobilitas, Daya Jelajah, dan Biaya Operasional

“Biaya terbang satu pesawat Sukoi dari Makassar ke Jakarta mencapai Rp 105 juta,” kata pengamat penerbangan, Alvin Lie, ketika di wawancara Tempo.co.id

Besaran ini, kata Alvin, muncul dari hitungan 4.500 kilogram atau setara dengan 7.000 liter bahan bakar dikalikan harga avtur Rp 15 ribu per liter. Bahan bakar sebanyak ini diperlukan Sukhoi untuk terbang selama satu jam, jika hanya untuk satu jam terbang sukoi hanya menghabiskan biaya Rp.105.000.000 juta.

Berdasarkan data teknis Sukhoi tipe SU-27 dan SU-30, kapasitas tangki bahan bakar pesawat tempur ini mencapai 9.400 kilogram atau 14.000 liter avtur. Artinya Rp.210..000.000 juta biaya sukhoi terbang selama dua jam. dan jika pesawat tempur sukhoi dimaksimalkan dapat diisi bahan bakar 11.000 kilogram bahan bakar atau 17.000 liter dan jika tetap di pakai harga avtur termahal maka dengan 17.000 liter biaya nya hanya Rp.255.000.000 juta / pesawat untuk dua jam lebih dapat terbang.

Harga avtur di atas adalah tahun 2012-2013, sedangkan tahun 2014-2105 menurut direktur pusat studi kebijakan publik Sofyano Zakaria berkisar Rp.7500 sampai Rp.12.000. Jadi kesimpulannya wacana biaya operasi sukoi per jam Rp.400.000.000 juta adalah tidak benar dan sangat menyesatkan, terutama pihak pihak yang tidak ingin terjadinya pembelian pesawat tempur sukhoi SU-35.

Lalu jika disangkutpautkan dengan pesawat tempur, maka di mana-mana sebuah pesawat tempur yang secara fisik lebih besar maka diperlukan mesin yang juga besar dan juga tentu bahan bakar yang banyak, karena hal tersebut memang hukum alamnya. Ukuran pesawat sukhoi lebih besar dari gripen atau typhoon, sudah pasti akan mengunakan bahan bakar yang sangat besar, apalagi dengan dua mesinnya, karena memang itulah tujuan dibuatnya pesawat sukhoi dengan bentuk yang lebih besar ukurannya.

Jadi jangan membandingkan pengunaan bahan bakar sukhoi dengan gripen atau pun typhoon, karena dari fisik nya saja sudah berbeda, seperti orang gendut tentu saja makan dan minum nya di atas rata rata orang kurus, sehingga body yang besar dan mesin yang juga besar memang menunjang tugas sukhoi sebagai pesawat tempur tercepat dengan kecepatan 2,25 mach dengan maximal daya jelajah 5400km.

  1. Ketersediaan Suku Cadang

Gripen adalah pesawat single mesin yang bagus, namun komponen utamanya berasal dari beberapa negara, seperti Amerika, Inggris, Perancis, Jerman, dan Kanada. Hal ini bisa menimbulkan kerawanan, jika negara pembeli gripen dan negara pembuat suku cadang sedang konflik. Karenanya, Gripen hanya akan menjadi besi tua pesakitan.

inside sukhoi2

Contoh: Perancis membatalkan penjualan mistralnya kepada Rusia karena tekanan Amerika, lalu Inggris mengajukan protes atas rencana Swedia menjual Gripen kepada argentina. Inggris ikut ikutan mengembargo pesawat Hawk TNI AU dalam kasus pelanggaran HAM di Timor Leste, dan Jerman sempat menunda penjualan pesawat latihnya kepada TNI karena solider dengan Amerika.

Belum lagi kasus KFX/IFX di mana Amerika karena takut teknologi kunci pesawatnya dikuasai korea selatan, maka Amerika enggan berbagi 4 kunci teknologi intinya dalam pembuatan pesawat tempur. Atau mungkin karena takut Korea Selatan akan lebih pintar, (Ingat Samsung).

  1. Kemampuan Tempur

Sukhoi memiliki kemampuan yang mumpuni. Ingat pitch black Angkatan Udara India dan Inggris. Saat itu, pesawat tempur kebanggan Inggris Typhoon dicukur habis oleh pesawat tempur Sukhoi S-30MKi India dengan skor telak 12-0, tanpa balas.

Lalu pitch black TNI AU dengan Australia air force juga memperkuat keunggulan Sukhoi Family dalam bertempur di udara. Bahkan menurut info dari forum militer negeri jiran, pesawat F22 raptor pun dalam dog fight dapat dipukul KO oleh Hawk angkatan udara Malaysia.

inside sukhoi1

Berita kemenangan latihan Sukhoi SU30 MK dengan Typhoon:

India’s top guns have claimed they humiliated the cream of the RAF during a two-week exercise which offered British pilots a rare chance to go up against some of the latest Russian-designed fighter jets.

Operation Indradhanush saw the Indian Air Force (IAF) bring four of its fleet of Russian-designed SU-30MKI Flanker fighter aircraft to RAF Coningsby in Lincolnshire to face off against the RAF’s Typhoon FGR4 fighter.

The exercise was relished by British pilots as an opportunity to train alongside Russian-designed aircraft, amid increasing tensions in the Baltic – where the RAF has deployed fighters following the conflict in Ukraine – and more frequent interceptions of Russian bombers off the British coastline.< However, to the dismay of RAF officers, their Indian counterparts have reportedly taken the unusual step of publicly claiming to have come away from the exercise with a resounding 12-0 victory against their UK opponents.

  1. Efek Penggetar

Jet tempur Sukhoi SU27 dirancang memiliki kemampuan sergap superioritas udara dengan jelajah jarak jauh. Keunggulan udara jet tempur ini, memiliki kemampuan multi peran. Dimana Sukhoi SU-35 mampu melakukan serangan terhadap sasaran di darat dengan peluru kendali atau bom pintar.

Teknologi tempur Sukhoi 27 SKM dari pabriknya Knaapo di Rusia sangat menggentarkan karena mampu membawa rudal udara ke udara RVV-AE active radar homing. Rudal udara ke permukaan KH- 29T(TE), KH-29L, KH-31P, KH-31A dan bom pintar jenis KAB 500Kr dan KAB-1500Kr. Sukhoi SU 27SKM dan SU30 MK2 telah dilengkapi dengan instrumen isi ulang BBM di udara sehingga kemampuan jelajah tempurnya semakin jauh.

Dengan sekali isi ulang avtur Sukhoi SU27 SKM dan SU30 MK2 mampu mencapai jelajah 5400 km. Menakjubkan.

insidesukhoi4

Instrumen avionik di kokpit berupa layar kaca MLD (Multifunction Liquid-crystal Display) dan HUD Head Up Display Sistem navigasi terintegrasi dengan sistem satelit Glonass dan Navstar demikian juga dengan RWR (Radar Warning Receiver) yang berfungsi mengendalikan tembakan rudal anti radiasi KH-31P. Penggunaan IRST (Infrared Search and Track Device) yang mampu menembakkan rudal laser beam riding sudah tersedia di Sukhoi SU27 SKM.

Jadi Teknologi tempur yang dikandung pada Jet tempur Sukhoi SU27 SKM dan SU30 MK2 mampu mendeteksi, mengunci dan menyerang sasaran 360 derajat dengan segala cuaca. Cantelan beragam persenjataan Sukhoi mampu menggotong sampai 14 jenis senjata mulai dari rudal udara ke udara, rudal udara ke darat, roket dan bom. Selain kemampuan serang darat yang dimiliki Sukhoi SU30 MK2.

5 . Faktor Traumatik

Masih ingatkah anda dengan peristiwa Bawean, peristiwa Pulau Roti, Peristiwa Eltari Kupang, dan lainnya? Itulah dasar utama kebangkitan TNI dalam menata ulang kekuatan militernya di tiga matra.

Peristiwa Bawean membuka mata pemerintah dan TNI tentang rapuhnya kekuatan tempur dari angkatan udara. Sehingga seharusnya pesawat TNI sebagai pelindung negara tidak berkutik di “lock” oleh pesawat tempur Amerika di atas perairan sekitar Pulau Bawean. Belum lagi ditambah masuknya pesawat Australia di Pulau Roti yang hanya bisa dikejar oleh sekelas hawk dan F5 tiger.

insidesukhoi3

Deretan peristiwa itu membuka mata negara bahwa tiada kawan abadi dalam kehidupan bernegara. Pepatah ”jika ingin damai siap lah berperang” memang benar adanya. Indonesia dikelilingi negara negara kecil yang terkadang harus diberi pelajaran, seperti singapura dengan FIR yang dikuasainya, dan Australia dengan berhasilnya memisahkan timur leste dari NKRI.

Jadi dengan adanya rencana pembelian sukoi SU-35 tidak salah. Karena posisi Indonesia sebagai negara kepulaun mewajibkan adanya alusista yang mampu menjangkau cepat dan tepat seluruh wilayah penjuru negara RI.

  1. Persiapan merebut FIR dari Singapura

Pengambilalihan kembali pengelolan FIR dari Singapura merupakan tantangan besar yang ada di depan mata oleh TNI. Pada tahun 2019 ditargetkan FIR sudah dapat dikelola kembali oleh putra putri bangsa Indonesia, sesuai cita cita proklamasi bahwa kemerdekaan itu ialah hak semua bangsa, yang meliputi tanah, air dan udaranya.

Bagaimana mungkin sejak bangsa indonesia merdeka sampai sekarang kita tidak dapat mengelola FIR diatas wilayah negara nya sendiri. Kenapa demikian? Logikanya bikin nuklir dan bom atom saja jika niat bangsa ini sudah bisa, apalagi jika hanya cuma mengelola FIR.

Yang jadi pertanyaan adalah ”

  1. A) Bagaimana jika pada tahun 2019 nanti singapura tidak mau melepas kendali FIR nya dengan sejuta alasan dan tetap mempertahankan FIR di bawah kendalinya ?
  2. B) Lalu apa tindakan Pemerintah dan TNI untuk menghadapi peristiwa di tahun 2019 dalam rangka pengambilan alihan FIR ?

Jika A+B = C ( Chaos+Conflict) maka kemungkinan terburuk akan ada konflik, yang ujung ujungnya hanya dua, diselesaikan secara diplomatik bilateral atau lewat mahkamah internasional. Jika belajar dari sejarah, maka pemerintah tidak boleh membawa permasalahn FIR kepada Mahkamah Internasional, karena belajar dari sejarah Sipadan/Ligitan maka akan kalah.

Dengan alasan itu, tidak salah jika Sukhoi SU-35 menjadi pilihan utama dalam memperkuat daya tawar dan penggentar terhadap negara tetangga. Singapura sudah pasti akan membeli pesawat F35 Stealth dari Amerika dengan jumlah yang lumayan banyak. Sehingga sedia payung sebulan hujan wajib dilakukan oleh pemerintah. Lebih baik terlambat daripada tidak dibeli sama sekali.

TNI pasti mempunyai visi ke depan. Pertempuran udara dan laut adalah pertempuran utama bagi negara berbentuk kepulaun, di mana senjata utama yang digunakan dalam suatu metode peperangan adalah dengan memaksimal kan kemampuan udara baik itu pesawat, tempur, helicopter tempur dan rudal peluru kendali jelajah, dan armada kapal perang serta tentu saja sang primadona kapal selam.

Suatu pasukan yang akan pergi berperang akan sangat percaya diri apabila dibekali oleh peralatan tempur yang canggih dan mempunyai efect menakutkan. Ibarat pendapat Warjager, seorang satpam akan ciut nyalinya bila berhadapan dengan perampok yang bersenjata tajam atau bersenjata api, sementara si satpam hanya pentungan.

SU-35BM adalah Obat penawar racun yang efektip untuk mengobati “gigitan ular” tetangga yang suka mengangu. Jangan berfikir mahalnya biaya operasional pesawat sukhoi yang sekitar Rp. 400 juta katanya loh per jam dijadikan alasan untuk tidak mempunyai pesawat tempur canggih. Sungguh naif jika keamanan suatu negara dinilai dari Rp.400.000.000 juta, dibanding biaya studi banding anggota DPR ke Amerika sebesar Rp.14 milyar rupiah tanpa hasil jelas apa yang didapat.

Sebagai bukti pentingnya keamanan suatu negara, maka kita lihat Amerika serikat sampai menghabiskan dana milyaran juta dolar hanya untuk pengembangan pesawat siluman F35 dan F22. Belum lagi pengembangan alusista jenis lain yang sangat menguras uang negara, karena semua itu tak lain demi “keamanan negara” dan mereka tidak berfikir mahalnya biaya suatu riset, atau beratnya biaya operasional militernya karena yang penting bagi mereka Negara Amerika selalu terjaga dan aman serta selalu terdepan sebagai polisi dunia tanpa tanding.

Dipostkan Oleh: Telik Sandi (jakartagreater.com)

Diedit oleh trimediapos.com

 

You might also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *