Garuda terus mengembangkan sayap bisnisnya. Melalui salah satu anak usahanya, PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia, mereka sukses mengumpulkan pundi-pundi keuntungan dari perawatan pesawat.
GMF mencatat maskapai dari 59 negara melakukan perawatan pesawat pada 4 hanggar miliknya di area Garuda City Centre, komplek Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Salah satu proses perawatannya, dilakukan pada hanggar ke-4 yang diklaim terbesar di dunia.
“Customer kita sekarang lima benua, ada totalnya 59 negara,” kata Direktur Utama GMF AeroAsia, Richard Budhianto di area Hanggar GMF, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (28/9/2015), seperti dilansir detikcom.
Setidaknya, GMF mengoperasikan 4 hanggar yang mampu melayani berbagai jasa perawatan pesawat. Hanggar tersebut bisa melayani perawatan pesawat ukuran kecil (narrow body) sampai jumbo (wide body). Sedangkan hanggar ke-4 atau hanggar terbaru akan difokuskan melayani narrow body.
“Hanggar 1 dan 2 line wide body, nanti akan tambah 3 line wide body jadi ada 5 line,” ujarnya.
Dari bisnis perawatan pesawat sepanjang semester I 2015, GMF berhasil meraup pendapatan US$ 199 juta. Pendapatan GMF akan meroket sejalan dengan mulai beroperasinya hanggar ke-4.
“Akhir tahun revenue jadi US$ 300 juta. Semester I (2015) sudah US$ 199 juta. Revenue tahun depan naik 30% dengan adanya hanggar ini,” ujarnya.






