KEMANDIRIAN di bidang teknologi mendorong PT Pindad untuk kembali berkreasi. Dengan segenap daya yang ada, BUMN strategis ini memproduksi varian alat berat berupa ekskavator. Excava 200, bercorak Merah Putih.
Excava 200 ini diprediksi akan mendobrak dominasi asing terhadap kebutuhan alat berat di Indonesia. Rencananya akan dibanderol dengan kisaran harga 90.000 – 110.000 dollar AS per unit. Direktur Utama PT Pindad Silmy Karim menjelaskan, perusahaan alutsista tersebut kian mengembangkan bisnis non-pertahanan dan keamanan.
Produksi Excava 200, didasarkan pada niat Pemerintah untuk meningkatkan porsi bisnis non-alutsista menjadi 25 persen. Setelah melihat peluang pasar dan kebutuhan untuk pembangunan infrastruktur.
Atas dasar itu, Pindad memutuskan untuk melakukan diversifikasi produk, salah satunya dengan membuat ekskavator. Namun, Silmy memastikan pula bahwa pilihan ini bukan tanpa dasar kompetensi dari Pindad.
“Kompetensi kita di hidrolik. Kita bisa bikin crane. Kita sudah bisa membuat Anoa, tank, kurang lebih sama. Kemudian roda rantai, juga sama, malah lebih gampang. Saya tanya (ke karyawan), gampangan mana bikin tank sama ekskavator? (Mereka bilang) Gampang ekskavator. (Saya bilang) Ya sudah bikin,” cerita Silmy, seperti dilansir beberapa media online.
Pindad diminta memproduksi 100 unit ekskavator dalam satu tahun. Kita sudah kerja siang-malam untuk bisa menghasilkan ekskavator tersebut. Akhirnya, selesai 10 Juni kemarin. Kemudian, uji sertifikasi pada September-Oktober, dan 2016 langsung produksi,” ucap Silmy.
Silmy menerangkan, pasar alat berat di Indonesia masih sangat didominasi pemain luar. Padahal, potensinya pada tahun 2012 saja mencapai 7927 unit. Silmy berharap, Exvaca 200 bisa mencaplok 10 persen dari ‘kue’ di pangsa pasar tersebut, atau sekitar 790 unit selama lima tahun ke depan. Dalam kesempatan yang juga dihadiri sejumlah direksi BUMN Karya itu, Silmy berharap, BUMN bisa mengambil 50 persen dari 790 unit itu.
Excava 200 didominasi warna merah dan putih yang melambangkan bendera Indonesia. “Ekskavator ini akan diluncurkan 17 Agustus, dan menjadi hadiah bagi Indonesia, bahwa kita ikut membangun pembangunan bangsa Indonesia ke depan, membangun infrastruktur,” ujar Silmy.
Sumber: goodnewsfromindonesia.org



