Keberlangsungan sebuah institusi pendidikan diuji melalui keberhasilannya menciptakan lulusan yang qualified. Dunia Industri saat ini, membutuhkan tenaga kerja yang berkarakter, terampil, siap kerja, dan berdisiplin tinggi. Kriteria lulusan seperti itu yang kontinyu dihasilkan oleh institusi ini, SMK Bina Satria Medan.
Berdiri sejak tahun 1988, SMK Bina Satria yang berlamat di Jalan Marelan IX Kelurahan Tanah Enam Ratus Kecamatan Medan Marelan ini mampu bersaing ditengah pasar yang sangat kompetitif. Nilai-nilai dasar yang ditanam sang pendiri, almarhum Ir. Ali Sugiono, membuat eksistensinya bertahan.
Kepercayaan masyarakat dan calon siswa tak luntur tergerus waktu, dan bahkan terus tumbuh. Nilai-nilai disiplin dan metode pembelajaran diyakini menjadi kunci sukses SMK Bina Satria.
Karena dimasa lalu, kini, dan esok nanti, SMK Bina Satria tetap konsisten menciptakan lulusan yang berkarakter, dan siap kerja.
Terapkan Model Pembelajaran Berbasis Kompetensi
SMK Bina Satria menerapkan model pembelajaran berbasis kompetensi untuk menyesuaikan dengan kebutuhan Dunia Usaha/Dunia Industri. Hal ini dilakukan terhadap 3 program keahliannya, yaitu: Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), dan Administrasi Perkantoran (AP).
“Kami menekankan pembelajaran berbasis kompetensi untuk setiap mata diklat produktif,” ucap Kepala SMK Bina Satria, Ir. Rosita, MM. “Meskipun sesi pembelajaran masih teori, namun siswa dihadapkan langsung pada benda kerja. Sehingga porsi praktikum lebih besar dibanding teori,” ucapnya lebih lanjut.
Demikian halnya dengan prakerin. Siswa yang akan berangkat prakerin dibekali dengan kemampuan praktik.
“Siswa yang akan prakerin kami beri pembekalan selama 2 bulan sebelum berangkat, yakni berupa les tambahan diluar jam sekolah,” ucap Suhardi, ST selaku Waka Kurikulum.
“Hal ini penting untuk mematangkan kemampuan siswa sebelum menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya,” lanjut Suhardi yang juga menjabat sebagai Ketua Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR) ini.
Bentuk Karakter Dengan Kedisiplinan
Keterampilan yang mumpuni tidak berarti apa-apa tanpa dibarengi dengan sikap disiplin. Hal itu disadari betul oleh pendidik di SMK Bina Satria. “Pemben- tukan karakter siswa salah satunya melalui nilai-nilai kedisiplinan,” ucap Suhardi.
“SMK Bina Satria memberlakukannya secara tegas. Jam 07.10 pagi kita sudah mulai kegiatan belajar mengajar (KBM). Paling awal dari (sekolah) yang lain. Demikian halnya terhadap siswa bermasalah. Pendekatannya selalu nilai kedisiplinan.”
“Muara lulusan selalu dunia kerja. Kami berlakukan (kedisiplinan) ini sebagai acuan melatih siswa menuju dunia kerja.” “Tak heran, kami selalu mengirimkan lulusan terbaik ke perusahaan besar yang
prestisius setiap tahunnya. Seperti di PT. Kereta Api Indonesia, PT. Airport Raillink Services (Kereta Api Bandara), HINO, dan sebagainya.” tutup Suhardi. Dengan segenap pengalaman yang dimiliki, SMK Bina Satria Medan tetap komitmen memberikan yang terbaik, termasuk ketika penerimaan siswa di tahun ajaran baru mendatang. (sap)



