Penuh Prestasi Pada Tahun Pertama Berdiri
Suasana sendu nan haru menggelayut pada sebagian besar wajah pagi itu. Saat diselenggarakannya wisuda santri/santriah Raudhatul Athfal (RA) Darul Hikmah, pada hari Kamis, (4/6/2015) di kompleks sekolah tersebut Jl Bahagia Dusun VIII Desa Tandem Hilir I Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang.
Sebanyak puluhan santri menjadi peserta wisuda angkatan pertama itu. Angka ini hampir 50% dari total jumlah santri/santriah yang terdaftar. Artinya, tidak seluruh santri/santriah yang menjalani pendidikan di RA mengikuti wisuda.
“Karena yang lain belum cukup umur untuk masuk SD (Sekolah Dasar),” ujar Dina Yusmita SPd, Kepala RA Darul Hikmah.
Di hadapan orang tua santri, dan juga tamu undangan lainnya, Dina Yusmita menjelaskan tentang rangakaian kegiatan yang dilaksanakan sebelum para santri diwisuda.
“Para santri kami ikutsertakan dalam kegiatan manasik haji tingkat Kabupaten Deli Serdang di kampus UIN (Universitas Islam Negeri) Sumatera Utara. Kemudian mengikuti PORSENI (Pekan Olahraga dan Seni) tingkat kecamatan dan kabupaten. Dan Alhamdulillah, kami berhasil merebut beberapa tropi pada cabang olahraga dan seni, baik itu untuk guru maupun santri/ah,” jelas Dina.
“Yang lantas membanggakan, meskipun ini merupakan tahun pertama berdiri, namun RA Darul Hikmah sudah dipercaya sebagai Ketua Panitia sekaligus tuan rumah kegiatan PORSENI tingkat Kecamatan Hamparan Perak,” lanjut Dina kembali.
Berbeda dengan kebanyakan RA lainnya, santri/santriah Darul Hikmah yang rata-rata diwisuda ini, sudah memiliki keterampilan calistung (membaca, menulis, dan menghitung).
“Padahal, ketika awal tahun pelajaran santri/ah masih manja, cengeng (tidak mandiri), tidak bisa menulis, membaca, berhitung, dan mengaji. Namun Alhamdulillah setelah 1 tahun sudah bisa. Ini berkat dukungan keras dari orang tua, juga Mualimah (guru) di Darul Hikmah,” jelas Dina, yang disambut tepuk tangan hangat orang tua santri.
Puncak acara ditandai dengan silaturahmi antara Kepala Sekolah, guru, santri/ah, dan orang tuanya. Suasana haru pun akhirnya pecah. Pelukan akrab disertai tangisan haru mewarnai acara itu. Meskipun sedih karena harus berpisah, namun orang tua santri dan guru tampak begitu akrab dan bahagia.
Setelaah acara wisuda dilanjutkan degan kegiatan rekreasi di pemandian alam Sembahe pada hari Sabtu, 6 juni 2015.




