Siapa yang tak pernah makan mie instan? Mie instan adalah makanan favorit orang Indonesia dan sering disantap setiap hari. Selain murah dan praktis, aroma dan rasanya sangat menggugah selera, sehingga tidak heran semua kalangan hobi mengonsumsi makanan instan ini.
Menyantap mie instan itu tidak dilarang jika tidak terlalu sering atau hanya sekali waktu. Sebuah riset di Amerika Serikat menyimpulkan adanya risiko kesehatan yang membahayakan bila seseorang terlalu sering menyantap mie instan, yaitu sebanyak 2 sampai 3 kali dalam seminggu.
Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa mie instan bisa meningkatkan risiko sindrom kardiometabolik seperti diabetes, stroke, dan jantung. Nah, penyakit-penyakit ini adalah penyebab kematian yang mendominasi hampir di seluruh penjuru dunia.
Selain berisi bahan pengawet, mie instan juga mengandung bahan kimia yang bernama bisphenol A (BPA) yang dipakai untuk membungkus mie instan di dalam wadah sterofoam. Penelitian yang sama pun berhasil memperlihatkan bahwa BPA ini bisa mengganggu cara hormon mengirim pesan lewat tubuh, terutama estrogen. Oleh sebab itu, Anda, khususnya para wanita, sangat dihimbau untuk tidak menyantap mie instan terlalu banyak.
Bahaya Mie Instan
Bila terlalu sering dikonsumsi, makan mie instan bisa berdampak pada hal-hal berikut ini.
- Kesulitan Menyerap Gizi
Mie instan bisa menghambat kemampuan anak di bawah usia 5 tahun menyerap nutrisi secara benar. Banyak anak di bawah umur 5 tahun mengalami kesulitan untuk menyerap nutrisi dari makanan sehat yang dikonsumsi setelah menyantap mie instan.
- Pemicu Kanker
Polystyrene atau styrofoam dikenal sebagai salah satu yang paling sering dimanfaatkan dalam bisnis kuliner, termasuk kemasan mie instan. Bahkan, WHO menyatakan bahwa bahan ini adalah pemicu kanker.
- Menyebabkan Keguguran
Wanita hamil yang sering menyantap mie instan akan berisiko mengalami keguguran. Hal ini karena mie instan bisa mempengaruhi perkembangan janin.
- Mempengaruhi Metabolisme Tubuh
Mengonsumsi mie instan dalam waktu cukup lama bisa mempengaruhi metabolisme tubuh. Hal ini bisa terjadi karena akumulasi dari berbagai zat kimia beracun sperti bahan pengawet, pewarna buatan, dan zat aditif di dalam mie instan.
- Kerusakan Organ Tubuh
Mie instan di dalamnya terkandung propylene glycol, bahan antibeku yang mampu mencegah mie dari pengeringan dengan cara mempertahankan kelembapan. Tubuh manusia bisa menyerap bahan antibeku ini secara mudah sehingga bisa terakumulasi di bagian hati, jantung, dan ginjal. Akibatnya, organ tubuh akan rusak dan mengalami kelainan. Sistem kekebalan tubuh pun akan melemah.
- Mengganggu Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan pun akan terganggu karena mie instan. Selain itu, juga mengakibatkan sembelit (gerakan usus yang tak teratur) dan sakit kembung.
- Obesitas
Penyebab utama obesitas adalah mie instan. Jadi, jangan terlalu sering mengonsumsi mie instan sebab mengandung banyak natrium dan lemak yang membuat retensi air di dalam tubuh.
- Mengandung MSG
Monosodium glutamat (MSG) dipakai untuk penyedap rasa mie instan. Perlu diketahui bahwa sekitar 1 sampai 2 persen populasi manusia di seluruh dunia alergi dengan MSG. Saat alergi dengan MSG, seseorang akan merasa terbakar di bagian dada, sakit kepala, dan kemerahan di wajah.
- Mengandung Banyak Natrium
Di dalam mie instan pun banyak mengandung natrium. Terlalu banyak mengonsumsi natrium bisa mengakibatkan penyakit jantung, hipertensi, kerusakan ginjal, dan stroke. Oleh sebab itulah, jangan menyantap mie instan secara berlebihan.
- Junk Food
Mie instan dikenal juga sebagai junk food atau makanan sampah karena banyak mengandung karbohidrat, tetapi tak memiliki vitamin, serat, atau mineral di dalamnya. Mie instan pun banyak mengandung lemak trans dan lemak jenuh.
Itulah bahaya mengonsumsi mie instan terlalu sering dan terlalu banyak. Batasi juga anak-anak Anda menyantap mie instan karena bisa berdampak buruk pada pertumbuhannya. Lalu, bagaimana cara memasak mie instan agar bahayanya bisa diminimalisir atau dikurangi?
Tip Masak Mie Instan yang Sehat
Bahaya mie instan memang tak bisa dihilangkan 100% jika kita tetap mengonsumsinya. Tapi, ada beberapa cara untuk menekan dampak negatif mie instan untuk kesehatan dan berikut ini adalah tip-tip memasak mie instan yang benar sekaligus sehat.
Cara memasak mie instan goreng yang benar adalah rebus mie instan sampai matang. Setelah itu, buanglah dulu air bekas rebusan mie instan tadi dan siram lagi mie dengan air panas untuk membilas mie agar lebih bersih sebelum memberi bumbu dan juga menggorengnya.
Cara memasak mie instan kuah yang benar langkah awalnya hampir sama dengan mie goreng. Rebuslah mie instan kuah sampai matang. Setelah matang, buang dahulu air bekas rebusan tersebut dan beri kuah baru dengan manambahkan air panas. Lalu, beri bumbu-bumbu yang telah disediakan di dalam kemasan mie instan kuah tersebut.
Bagi yang ingin lebih sehat menyantap mie instan, cobalah membuat bumbu-bumbu alami untuk mie seperti memakai kemiri, bawang putih, merica, minyak sayur, dan garam.
Menikmati mie instan itu boleh-boleh saja, tetapi jangan makan mie instan terlalu sering. Jika ingin memasak mie, lakukan cara yang sehat seperti tip tersebut.(okz)



