Memilih Kopi Di Antara Wortel Dan Telur

Hidup di alam sosial membentuk manusia dalam beberapa karakter. Bermacam-macam jenisnya. Juga berbeda-beda sifatnya. Layaknya seleksi alam, karakter-karakter ini menjadi gambaran singkat bagaimana keberhasilan manusia bisa menguasai dirinya, dan lingkungan di sekitarnya.

Alam sosial yang dimaksud bisa berupa wadah interaksi manusia. Yang biasanya berada pada satu sistem. Yang kadang juga bisa memunculkan masalah-masalah. Yang bisa menguji kapasitas dan kapabilitas manusia-manusia itu.

Ada tiga gambaran besar karakter yang dihasilkan dari sistem tadi. Ketiga-tiganya itu, dideskripsikan terhadap objek yang tak asing, yang memiliki karakter khusus, bila diberi perlakuan khusus: Wortel, Telur, dan Bubuk Kopi.

Bagaimana ilustrasinya, sehingga karakter manusia itu bisa diwakilkan oleh ketiga objek tadi? Berikut kira-kira ulasannya.

Ada tiga buah wadah yang berisi air. Lalu masaklah air tersebut, hingga mendidih. Kemudian, secara bergantian, masukkan ketiga objek tadi ke dalam air mendidih itu.

Lalu lihat, perubahan apa yang terjadi pada ketiga objek tadi.

Objek yang pertama adalah wortel. Sebelum dimasak dengan air mendidih, wortel merupakan objek yang keras. Tidak lunak, apalagi lentur. Namun setelah masuk dalam air yang mendidih, wortel akan berubah menjadi lunak. Lembut, hingga mudah untuk di potong-potong.

Kemudian bagaimana dengan objek yang kedua? Telur? Sebelum dimasak, telur merupakan objek yang memiliki sifat lunak, mudah pecah, termasuk pada bagian dalamnya. Namun, setelah masuk pada air yang mendidih, telur akan berubah menjadi objek yang keras, dan tidak lunak lagi.

Nah, lantas? Bagaimana dengan objek yang ketiga, bubuk kopi? Sebelum dimasak, kopi merupakan objek biasa. Namun ketika dimasak, kopi itu tidak meninggalkan bekas, dan mampu membuat aroma serta warna yang berbeda terhadap air yang mendidih tadi.

Apa sebenarnya makna filosofis dari ketiga objek tadi? Anggap saja bahwa air yang mendidih tadi merupakan garis kehidupan yang harus dijalani. Penuh riak, masalah, serta dinamika. Sedangkan wortel, telur, dan kopi, menggambarkan karakter dan watak manusia yang dihasilkan dari masalah-masalah tadi.

Manusia yang berkarakter seperti wortel, awalnya bersikap keras. Namun setelah ditempa oleh masalah, dinamika hidup, serta garis kehidupan, maka ia akan berubah menjadi lunak, cengeng, dan mudah menyerah.

Sebaliknya dengan telur. Awalnya, ia merupakan sosok yang lembut. Namun setelah mendapat pelajaran hidup, maka ia akan berubah menjadi pribadi yang keras, kaku, dan tak kenal kompromi.

Bagaimana dengan bubuk kopi? Setelah menjalani kerasnya perjuangan hidup, ia seolah-olah tiada berwujud, namun manfaatnya dapat dirasakan oleh sesama. Lingkungan sekitarnya akan dibuat harum, nikmat, dan lebih berwarna.

Lantas? Yang manakah karakter anda?

 

Add Comment