Indonesia adalah negara yang banyak sekali suku dan budayanya, jadi gak salah kalo kulinernya ada yang masuk dalam kategori makanan terenak di dunia salah satunya adalah rendang, yang duduk posisi 1 kuliner terlezat di dunia. Pantas rasanya kalau kita bangga dengan Indonesia .
Dahulu kala mungkin untuk menikmati makanan khas Indonesia harus datang ke daerah makanan itu berasal ya, namun sekarang berbeda, karena makanan-makanan daerah sudah bisa ditemukan di kota-kota lain selain kota aslinya, karena sudah banyak yang menjajahkannya.
Sekarang untuk membuatnya juga tidak susah lagi, karena dengan teknolgi yang semakin modern, kita dapat dengan mudah mendapatkan resep masakan, apalagi di Internet banyak yang share resep-resep yang pasti enak dan mudah untuk dimengerti.
Bahkan warga Belanda terkesima akan kelezatan kuliner khas Indonesia. Hal ini tampak ketika Indonesia menggelar acara bertajuk “Indonesian Culinary Days in de Bijenkorf” di pusat perbelanjaan ternama Belanda, de Bijenkorf.
Seperti dilansir Vivanews , Acara kuliner tersebut digelar di dua tempat, yaitu de Bijenkorf Den Haag sejak 21-23 Mei dan de Bijenkorf cabang Amsterdam pada 24-26 Mei 2013 lalu.
Acara tersebut dibuka oleh Duta Besar Indonesia untuk Belanda, Retno L.P. Marsudi dan CEO de Bijenkorf, Giovanni Colauto. Dalam acara tersebut Indonesia mengenalkan beragam kuliner khususnya 30 ikon masakan tradisional.

Semua makanan itu dimasak secara khusus oleh Chef William Wongso dan tim yang diundang dari Indonesia. Mereka menyajikan berbagai masakan, mulai dari asinan Jakarta, soto ayam, rijsttafel tumpeng Padang lengkap (terdiri atas nasi tumpeng, sayur kapau, rendang padang, pangek ikan tongkol, ayam lado mudo dan kering kentang balado), serta kolak pisang dan kue lumpur.

Chef William juga memberikan demo dan tips sederhana cara memasak makanan Indonesia. Dalam sambutannya, Dubes Retno mengaku bangga makanan Indonesia sudah mulai mendunia.
“Melalui kegiatan tersebut diharapkan akan semakin mengukuhkan eksistensi makanan Indonesia di Belanda, dan sekaligus memperkenalkan diversifikasi makanan Indonesia,” ujar Retno.
Publik Belanda yang terdiri atas turis asing terlihat sangat menikmati semua masakan yang disajikan. Hal itu terlihat dari banyaknya jumlah pengunjung pusat perbelanjaan de Bijenkorf yang mampir untuk mencicipi dan membeli makanan Indonesia.
Selain itu, semua makanan yang disajikan habis diserbu pengunjung hanya dalam waktu tiga jam, saat penyelenggaraan acara. Padahal, setiap harinya Chef William dan tim menyediakan sekitar 125 porsi makanan.

Pihak de Bijenkorf memberikan apresiasi positif kolaborasi kegiatan dan saat ini sedang mempertimbangkan untuk menjual makanan Indonesia secara permanen di restoran mereka.
Harapan serupa juga diungkap oleh Dubes Retno, yang menginginkan produk-produk Indonesia, termasuk kuliner Indonesia, dapat dijual secara permanen di de Bijenkorf.
Kembali ke topik makanan khas Indonesia, ternyata bukan hanya makanan di atas saja yang masuk makanan terenak di dunia, karena nasi goreng juga masuk. I Love U Indonesia !
Posted in 

Follow Us