Pengamen Pasar Bertopi Merah Itu Ternyata Seorang Kopassus
Bagi penggemar sinetron preman pensiun yang disiarkan setiap sore di RCTI pasti mengenal sosok Surip. Dia adalah pengamen yang biasanya mengais receh di Pasar Palasari. Namun tak banyak yang tahu ternyata pemeran pengamen itu adalah anggota TNI AD. Bahkan dia bukan tentara biasa. Pria bernama asli Priyono itu adalah anggota pasukan elite Kopassus. Setiap pagi jam 04.30, Priyono sudah siap di lapangan untuk membina fisik para siswa yang sekolah di Sesko TNI. Dilanjutkan senam, lari 3.200 meter, dan pelemasan.
Prajurit Kopassus berpangkat Bintara ini memang bertugas membina jasmani siswa-siswanya sejak tahun 2006. ’’Tapi olah fisiknya juga nggak sembarangan. Perlu prosedur khusus untuk keselamatan peserta ,’’ kata Priyo—sapaan akrabnya, saat ditemui di kantornya, Jalan Martanegara, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, seperti yang dilansir dari JPNN Selasa (11/8) lalu.
Gemetar
Priyo bukan tentara biasa. Bintara 45 tahun yang sehari-hari bertugas di Sesko TNI Bandung itu ternyata juga jago beradu akting dalam sinetron kocak Preman Pensiun 2. Kesehariannya anggota pasukan elite Kopassus itu berpenampilan gagah dengan balutan pakaian dinas loreng. Tapi, dalam sinetron ini Priyo berperan sebagai Surip, sang pengamen pasar yang selalu mengalah kepada preman penguasa pasar. Mungkin banyak orang yang tak pernah membayangkan bagaimana jika seorang Kopassus menjadi pengamen. Priyo mengatakan saat proses syuting di Pasar Palasari Bandung, banyak hal lucu yang dialaminya. Salah satunya adalah saat adegan Surip ditarik dari pasar. Akting preman-preman yang menariknya (Joni dan Iwan) tidak maksimal. Sebenarnya, preman-preman itu gemetar saat menarik surip keluar pasar. Mereka ragu-ragu menarik badan Priyo, karena dia seorang tentara. Bahkan, usai syuting kedua pemeran preman pasar itu minta maaf kepada Priyo.
Tetapi Priyo tidak mempermasalahkan hal tersebut. Menurutnya, setiap tindakan harus profesional, terutama dalam berakting. ’’Apalagi saya nggak ada basic akting. Nah, di sinetron ini saya belajar banyak,’’ ucap pria yang juga hobi menyanyi ini.
Pengamen itu beranama asli Priyo dan usianya masih 45 tahun. Priyo lantas menceritakan bagaimana dia bisa bergabung dengan sinetron Preman Pensiun. Tentara yang kini bertugas sebagai pembina fisik di Sesko TNI, Bandung itu mengaku keterlibatannya di sinetron Preman Pensiun 2 murni melalui proses casting. Saat itu, sang sutradara, Aris Nugraha, meminta Priyo berperan sebagai Surip, pengamen pasar. Tanpa ragu, Priyo menerima tawaran itu. Namun, dia sempat merasa kesulitan di scene awal. Saat itu, dia diharuskan mengekspresikan rasa takut kepada preman yang menjaga pasar. Karena Priyo seorang prajurit Kopassus yang tak kenal rasa takut, scene tersebut gagal. Di situ sang sutradara meminta take ulang ’’Saya nggak takut siapa-siapa kecuali Allah SWT. Makanya waktu itu saya ekspresi takutnya nggak ada. Tapi saya minta waktu sebentar ke sutradara untuk menyesuaikan diri, akhirnya bisa,’’ ceritanya. Di luar kesibukannya syuting, setiap pagi jam 04.30, Priyono sudah siap di lapangan untuk membina fisik para siswa yang sekolah di Sesko TNI. Dilanjutkan senam, lari 3.200 meter, dan pelemasan. Prajurit Kopassus berpangkat Bintara ini memang bertugas membina jasmani siswa-siswanya sejak tahun 2006.(jpnn)

