Category Archives: Al Islam
Tujuh Golongan Orang Yang Didoakan Malaikat
Dalam Islam, ketika seseorang menjadi sangat taat maka mereka akan didoakan oleh para Malaikat, dan inilah orang-orang yang didoakan Malaikat karena ketaatan mereka dalam masalah agama dan tauhid. Ternyata, banyak alasan mengapa orang bisa didoakan oleh malaikat dan kali ini akan kita bahas 7 alasan mengapa seorang manusia hidupnya akan dipenuhi oleh doa-doa yang berasal dari malaikat.
Inilah Orang-Orang yang Didoakan Malaikat Ketika Mereka Hidup
Beberapa Kiat Menjadi Suami Yang Baik
Islam memberikan banyak kiat untuk menjadi suami yang baik. Bagaimanakah cara untuk menjadi suami yang baik? Berikut ini kami sampaikan 10 kiat, yaitu;
1. Mempergauli istri dengan cara yang ma’ruf (baik)
Allah berfirman, artinya, “Dan bergaullah dengan mereka(para istri) dengan baik.” (QS. an-Nisa’: 19).
Ibnu Katsir berkata, “Berkatalah yang baik kepada istri kalian, perbaguslah amalan dan tingkah laku kalian kepada istri. Berbuat baiklah sebagaimana kalian suka jika istri kalian bertingkah laku demikian.” (Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, Ibnu Katsir).
Tips Menghadapi Manusia Berhati Sakit
Dalam kehidupan ini selalu saja ada jenis manusia yang pekerjaannya menebar fitnah, provokasi dan kebohongan. Biasanya mereka banyak berulah yang kadang menimbulkan masalah terhadap kita disebabkan fitnah dan provokasi yang mereka lancarkan. Kadang sahabat dan teman kita menjauhi kita dan menjaga jarak dengan kita disebabkan oleh ulah mereka.
Narasi Indah dalam Sejarah Kepemimpinan Islam
Bagi kita yang mengenal sejarah Islam pastilah telah memiliki pandangan positif tentang betapa sempurnanya ajaran agama ini hingga sanggup membentuk karakter para pendahulunya menjadi pejuang, bahkan pemimpin yang hebat. Di antara para sahabat Assabiqunal Awwalun yang begitu lekat dalam ingatan kita, yaitu sosok sahabat seperti Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin Khatthab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abu Thalib ditambah lagi dengan para tabi’in yang pernah menjadi pemimpin di kalangan umat Islam.
Dahsyatnya Bahaya Fitnah
Sebuah peristiwa terjadi ketika rombongan Rasulullah SAW beserta sahabat kembali dari perang melawan Bani Mushtaliq pada Sya’ban tahun ke-5 H. Beberapa orang munafik juga turut serta dalam peperangan ini.
Kisah bermula ketika dalam perjalanan pulang, rombongan Muslimin berhenti di suatu tempat. Aisyah, istri Rasulullah SAW, yang ikut dalam rombongan, keluar dari sekedup. Kalungnya hilang.
Hukum Istri Hidangkan Makanan Buat Suami Yang Tak Puasa
Berpuasa saat Ramadan merupakan salah satu kewajiban bagi umat Islam, baik wanita dan pria yang telah baligh, waras, dan tidak sakit ataupun sedang dalam perjalanan. Dalam rumah tangga, wanita biasanya menghidangkan santapan berbuka maupun saat sahur. Namun, bagaimana hukumnya menghidangkan makanan bagi suami yang tidak berpuasa?
Ciri Malam Lailatul Qadar
Lailatul Qadr merupakan sebuah peristiwa penting yang terjadi pada bulan Ramadan. Pada malam Lailatul Qadr, malaikat Jibril bersama malaikat lainnya turun ke bumi atas izin Allah untuk mengurus segala urusan di bumi. Apabila kita beribadah pada malam Lailatul Qadr, maka ibadah kita akan dinilai sama dengan ibadah selama seribu bulan.
Bagaimana menjalankan salat jamaah beda aliran?
Rindu Ramadhan, Rindu Bola
Ramadhan tahun ini memang Ramadhan yang terasa spesial untuk umat Islam Indonesia. Bagaimana tidak, berbagai peristiwa seru hadir di bulan Ramadhan kali ini.
Pertama adalah Piala Dunia sepakbola empat tahun sekali yang kali ini diselenggarakan di Brasil yang pasti ingin merebut perhatian kita semua. Laga pertandingan yang biasa disiarlangsungkan di televisi nasional ini biasa beradu dengan jadwal tahajud.
Hati-hati, ada yang bersyukur karena lebih mudah bangun tahajud karena selain niat bangun menegakkan shalat tapi juga mendapatkan bonus menonton pertandingan setelahnya. Namun, ada juga yang waktu shalat tahajudnya lewat dikarenakan serunya pertandingan.
Kedua Ramadhan kali ini penuh dengan hiruk pikuk kampanye pemilihan presiden dan wakil presiden Indonesia. Hati-hati, ada yang bersyukurevent ini mengiris bulan Ramadhan. Karenanya, akan lebih khusyuk dan mengandung sarat nilai religius yang akan menghasilkan kampanye damai sekaligus amanah.
Tapi, jangan sampai ada yang hilang fokus ibadahnya karena sibuk berkampanye, apalagi sampai meninggalkan shaum-nya. Hati-hati, ayo team suksesnya segera mengimbau para pemilih dan simpatisan untuk memperbanyak amal ibadah di bulan Ramadhan.
Tanpa kedua event di atas saja Ramadhan selalu memikat dan membuat buluh ini merindu. Kita rindu akan suasana dalam keadaan ngantuk tapi tetap sahur bersama keluarga. Betapa serunya bertemu tetangga dalam suasana tarawih di masjid.
Ah, asyiknya reuni dengan teman, sahabat dan saudara dalam suasana buka bersama. Mmh, tidak lupa menyisihkan waktu membaca Alquran dengan target khataman akhir bulan.
Indahnya pemandangan lembayung di waktu sore menjelang berbuka, tentramnya memperlama sujud kala tahajud. Lucunya melihat kebiasaan anak-anak kecil yang berpuasa menahan lapar demi menanti hadiah. Gembiranya mengumpulkan uang dan barang bekas layak pakai untuk sedekah.
Menuntut ilmu di majelis-majelis taklim yang tersebar, ngabuburitmengunjungi pameran-pameran produk Ramadhan, dan tentunya menu berbuka serta banyak lagi suasana-suasana yang dirindukan selain puncak malam Lailatul Qadr dan tentunya silaturahim akbar Hari Raya Idul Fitri.
Membahas menu berbuka, lebih tepat disebut menu ifthar. Ifthar dapat diartikan berbuka puasa sedang takjil arti sebenarnya adalah menyegerakan. Bukan seperti pemahaman awam yang menyatakan takjil adalah makanan. Ada juga yang menuliskan ahlan wa sahlan ya Ramadhan, tetapi lebih tepat marhaban Ya Ramadhan.
Walaupun keduanya berarti “selamat datang” tetapi penggunaannya berbeda. Para ulama tidak menggunakan ahlan wa sahlan untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan, melainkan “marhaban ya Ramadhan”. Karena ahlan wa sahlan lebih tepat untuk menyambut tamu.
Ah, banyak sekali bahasan tentang Ramadhan, insya Allah semakin rindu kita pada Ramadhan. Semoga kita semua tidak hanya dipanjangkan umurnya tapi juga diberi kemudahan, keringanan, kelancaran dalam menjalankan persiapan ibadah-ibadah kita nanti di bulan Ramadhan. Amin.
Tidaklah lebih baik dari yang berbicara ataupun yang mendengarkan, karena yang lebih baik di sisi Allah adalah yang mengamalkannya.
Oleh: Ustaz Erick Yusuf*
*Pimpinan lembaga dakwah iHAQi, penulis buku 99 Celoteh Kang Erick Yusuf.
<sumber : republika.co.id>>
Menuju Izzah Islam
‘’Sesungguhnya surga itu ada seratus derajat, jarak di antara setiap dua derajat adalah seumpama langit dan bumi. Dan al-Firdaus adalah derajat paling tinggi, daripadanya terpancar sungai-sungai surga. Apabila kamu meminta kepada Allah maka mintalah daripada-Nya al-Firdaus.’’ (Riawayat al-Hakim)
Betapa pun saat ini kita tinggal di negeri yang belum sempurna, namun merindukan tegaknya izzah Islam wal Muslimin harus terus terjaga dan terpelihara.
Kerinduan ini juga harus dibalut tekad kuat. Karena keinginan kuat modal awal meneruskan langkah-langkah berikutnya.
Dan keinginan itu sebagaimana disebut dalam hadis di atas, haruslah bertempat pada titik tertinggi. Nabi Muhammad SAW sendiri senantiasa menyuruh para sahabat bahkan umat Islam seluruhnya agar mempunyai keinginan yang tinggi dalam semua perkara.
Sebagaimana kalau harus minta maka mintalah kepada sesuatu yang paling tinggi, Surga Firdaus. Kalau terjun di dunia dagang maka berusahalah menjadi seseorang yang dengannya orang berhajat banyak kepadanya.
Jika saat ini sedang belajar, berposeslah terus untuk menjadi pemilik ilmu yang alim, mengamalkan ilmunya, dan lalu menyebarkannya. Kalau politik adalah lahan tekunannya, maka di pucuk pemenuhan kebaikan umat adalah orientasinya.
Jadilah pemimpin di negeri ini yang mengamalkan Islam dan meninggikan kesejahteraan kaum muslimin dan semua yang dipimpinnya.
Nabi SAW tercinta menanam keinginan yang kuat dan harapan yang besar kepada seorang sahabat bernama Uqbah bin Nafi.
Beliau mendoakannya ketika masih kecil agar Allah Azza wa Jalla memilihnya untuk menjadi pembuka dan pembebas yang hebat.
Ia telah menjadikan ‘Uqbah berkeinginan dan berjiwa besar yang membawanya kepada pembukaan dakwah di wilayah utara Afrika.
Begitu juga dengan Muhammad al-Fatih. Sejak Fatih masih kecil, ayahnya menanam keinginan agar suatu hari nanti Kostantinopel (Istanbul) akan bebas melalui tangannya. Tinta sejarah pun tertoreh, beliaulah yang dijuluki al-Fatih, penakluk Konstantinopel.
Langkah tarbawiyah sang Nabi SAW ini tentu merupakan seruan umum kepada seluruh orang tua, para ustaz, penjaga, pendidik dan pendakwah agar mengambil kaidah yang sama.
Menanam keinginan dan menggalakkan manusia beriman agar mengincar posisi tinggi demi tegakknya ‘Izzah Islam wal Muslimin.
Jika tidak juga hal ini diteruskan maka tentu hanya mimpi kalau kita bisa mengubah dunia. Jadi, tanamkanlah tekad yang kuat untuk merebut supremasi indah li I’laai Kalimatillah.
Oleh: Ustaz Muhammad Arifin Ilham
<sumber : republika.co.id>>







