Keluarga Muslim Ini Dipercaya Jadi Penjaga Gereja Selama Ratusan Tahun!
Wajih Nusseibeh adalah seorang Muslim yang tinggal di luar tembok kota tua Yerusalem, Palestina. Namun tiap hari ia harus sudah tiba pukul 4 subuh, untuk membuka pintu gereja yang disakralkan kaum Nasrani. Bahkan, Nusseibeh harus bangun pukul 3.30 setiap pagi, untuk berjalan dari rumah ke gereja ini. Uniknya, tugas ini telah menjadi rutinitas keluarga Nusseibeh secara turun temurun sejak ratusan tahun lalu!
Gereja ini dibangun di dekat makam di mana menurut kepercayaan Kristen, Yesus bangkit dari tempat ini. Para biarawan dari ordo Fransiskus melakukan prosesi setiap pagi di dekatnya. Pastur Fergus Clarke adalah imam Fransiskan yang hidup di dalam gereja lebih dari 5 tahun. Ia menerangkan mengapa ia percaya kunci gereja sampai ada di tangan keluarga Muslim.
“Saat itu, Muslim ingin menunjukkan kekuatan Islam terhadap Kristen. Sehingga mereka memberi kunci kepada sebuah keluarga Muslim, menutup semua pintu kecuali satu, dan mereka dapat mengontrol satu-satunya pintu ke gereja terpenting dalam agama Kristen ini,” ujar Clarke.
Tapi ada alasan lain juga, yaitu 6 golongan Kristen yang berbagi gereja ini. Konon mereka sulit menyepakati banyak masalah praktis seperti perbaikan, bahkan pembersihan gereja selama ratusan tahun. Ada kekuatiran bahwa jika salah satu dari mereka memegang kunci, mereka bisa saja mengunci agar yang lain tak bisa masuk.
Wajih Nusseibeh mengatakan,”Sulit sekali, karena semua orang percaya dia adalah pemilik, dan jika Anda pemilik maka Anda bisa berbuat apa saja yang Anda mau dan memilih orang-orang Anda, bukan yang lain.”
“Selama 360 hari sejak ratusan tahun lalu, ada kerjasama antara Kristen dan Muslim. Meski banyak perbedaan budaya dan bahasa, ini adalah sebuah keajaiban bahwa semua berjalan begitu baik,” kata Pastur Clarke.
Peziarah datang dari berbagai penjuru dunia. Mereka tampak terharu saat menyentuh batu di pintu masuk, di mana tubuh Yesus dipercaya dibaringkan setelah diturunkan dari kayu salib. <islampos>>






Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.