‘Menabur Syukur Menuai Berkah’
Aroma budaya Jepang kental terasa saat peringatan Milad Ke-32 Yayasan Perguruan Al-Maksum Saentis, Percut Sei Tuan, Rabu (21/5/2014).
Acara milad yang dihadiri Konsulat Muda Jepang Mr. Takayuki Kawai ini menampilkan beragam pertunjukan seni unggulan YP. Al-Maksum diantaranya reog ponorogo, tari sigale-gale, tari badindin, drama musikal budaya Jepang, paduan suara Jepang, dan sebagainya.
Kepala SMP/SMA YP. Al- Matsum, Eka Edi Purwito SP, menyatakan kebanggaannya atas acara ini. “Mendatangkan perwakilan Jepang merupakan sejarah bagi saya dan YP. Al-Maksum.Dengan banyaknya pengembangan diri berupa karya seni, kami siap memberi sumbangsih bagi kegiatan di konsulat Jepang,” kata Edi.
Milad yang turut dihadiri Ketua YP. Al-Maksum, Drs. Mariadi, perwakilan Pemkab Deliserdang, Jumin, S.Pd, dan unsur desa ini ditandai dengan pertukaran cendera mata antara Konsulat Jepang dengan YP. Al-Matsum. Selain itu juga pemberian santunan bagi siswa/i berprestasi yang kurang mampu dan penganugerahan guru berdedikasi yang diraih Ibu Herawati.
Bahasa Jepang Jadi Pelajaran Wajib
Terobosan gemilang menghadapi era globalisasi dilakukan YP. Al-Maksum. Mereka, kini, memasukkan bahasa Jepang menjadi pelajaran wajib ditingkat SMA. “Sudah 2 tahun ini Bahasa Jepang jadi pelajaran wajib SMA,” ucap Waka Bid. Kesiswaan, Endri Purnomo, S.Pd.
Selain 2 jam wajib selama seminggu, siswa SMA YP. Al-Maksum juga mendapat les tambahan setiap sabtu sore. ”Kami berharap terobosan ini meningkatkan kualitas lulusan, dan bisa mengisi pasar kerja di Jepang” lanjutnya.
Konsulat Jepang: “Saya terkejut, Al- Maksum lebih kenal budaya Jepang dibanding saya.”
Kekaguman mendalam terhadap pengenalan budaya Jepang oleh YP. Al- Maksum dilontarkan Mr.Takayuki Kawai. “Saya terkejut, ternyata mereka (siswa/i Al-Maksum) mengenal aneka budaya Jepang, lebih dibanding saya,” ucap sang Konsulat muda dalam logat Indonesia fasih.
Selanjutnya Kawai berharap, agar Milad ini memberi manfaat terhadap hubungan kedua bangsa. “Kami berterima kasih atas terselenggaranya pelajaran Bahasa Jepang, mudah-mudahan menjadi pintu masuk bagi penguasaan dunia luar,” ucap Kawai. Tidak hanya itu, Kawai juga menjelaskan komitmen pemerintah Jepang. “Kami ingin berkontribusi terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Salah satunya dengan pemberian beasiswa melalui Jepang Foundation,” tutup Kawai. (sap)





