wfnusa cover

Siapa Sangka Pesawat Amfibi Ini Buatan Anak Bangsa

Di tengah kondisi yang carut-marut, ternyata masih ada segelintir orang yang masih peduli terhadap nasib bangsanya. Buktinya, sebuah prototipe pesawat amfibi tanpa awak ciptaan anak bangsa, sukses mengudara, dan melukis angkasa Indonesia.

Adalah Pesawat OS-Wifanusa, hasil produksi Indonesia Maritime Institute (IMI) bekerja sama dengan PT. Trimitra Wisesa Abadi. Versi militernya telah berhasil melalui serangkaian uji coba di waduk Jatilihur.

OS-Wifanusa memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan pesawat tanpa awak lainnya. Di antaranya dapat mendarat dan lepas landas di darat maupun di air. Selain itu, pesawat ini juga tidak membutuhkan landasan pacu yang panjang. Sehingga mudah dioperasikan.

Pada akhir April lalu, OS-Wifanusa telah lolos uji sertifikasi oleh Litbang TNI AL dan Tim Mabes TNI di Waduk Jatiluhur, Purwakarta Jawa Barat.

Dalam uji sertifikasi tersebut, OS-Wifanusa berhasil tampil apik. Dengan menunjukkan performa terbaik, dilihat dari sisi kestabilan terbang maupun ketepatan system dalam menjalankan misi seperti yang diprogramkan.

“Setelah melalui proses riset yang panjang, OS-Wifanusa akhirnya bisa mendapatkan pengakuan dari institusi negara dalam hal ini Litbang TNI AL,” ujar Direktur Eksekutif IMI, Dr Y Paonganan, seperti dilansir goodnewsfromindonesia.com.

“Flyingboat skala 1:3 ini kami sudah mantapkan untuk jadi Marine UAV (pesawat tanpa awak). Sistem UAV dibuat sendiri oleh tim ahli kami di IMI,” lanjutnya.

OS-Wifanusainside

Menurut Paonganan, setelah berhasi membuat prototype skala 1:3 terbang sempurna, maka pihaknya akan memasuki proses pembuatan skala 1:1 yang nantinya bisa diawaki 4 orang.

Pesawat amfibi tanpa awak ini, memiliki kemampuan terbang selama 3 jam dengan kemampuan jelajah 129 km/jam pada ketinggian minimum jelajah 300 m.

“Pesawat ini dilengkapi kamera video daynight resolusi tinggi dan lensa infra merah sehingga juga bisa diterbangkan pada malam hari,” lanjut Ongen, panggilan akrabnya.

Doktor lulusan IPB itu menjelaskan, Flyingboat ini juga dilengkapi landing gear optional sehingga selain bisa landing dan take off dari laut, juga bisa dioperasikan di daratan.

“Ground control station kami gunakan mobil minibus yang dimodifikasi menjadi stasiun kontrol yang lengkap dengan monitor dan antene helical, tentu ini akan memudahkan dalam pengoperasiannya. Selain mobil, kami juga sedang merancang ground control station menggunakan speed boat untuk penggunaan di wilayan pulau-pulau kecil, jadi akan lebih efektif jika penggunaannya untuk maritime surveillance,” tandas Ongen.

Sumber: goodnewsfroindonesia.com, antaranews

 

 

  • Google+
  • LinkedIn
  • Pinterest

You might also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *