Indonesia berusaha terus mandiri untuk memroduksi alat utama sistem senjata (alutsista). Sebuah konsep kapal militer terbaru kini tengah digagas. Fisiknya berupa kawin silang antara kapal (boat) dengan tank berat (heavy tank). Namanya ‘Tank Laut.’ Ia diklaim sebagai yang pertama, dan belum pernah ada di pasar senjata dunia.
Konsep ini merupakan garapan PT Lundin Industry Invest, pabrik kapal militer yang bermarkas di Banyuwangi Jawa Timur. Sebelum ini, mereka terlebih dahulu telah menciptakan kapal perang siluman bernama Kapal Cepat Rudal Trimaran. Atau KRI Klewang.
“Kita melihat ini dapat dipakai untuk operasi di laut dan sungai. Heavy tank memiliki kendala untuk operasi di pendalaman dan juga daerah kepulauan. Maka kita kembangkan kombinasi boat dan tank guna mendukung pendaratan amfibi namun dilengkapi senjata berat,” kata Presiden Direktur PT Lundin, John Lundin, seperti dilansir harianterbitcom.
Kapal yang direncanakan bernama X18 Tank Boat ini, akan menggunakan material komposit. Material ini dinilai lebih kuat 10 kali dari baja namun juga 10 kali lebih ringan dari baja.
John menjamin komposit material untuk Tank Boat ini tahan api. Ia memastikan tidak akan terulang kembali musibah serupa yang menimpa KRI Klewang karena memakai bahan serupa.
“Teknologi terbaru dari material komposit 100% tahan api,” jelasnya.
Menurut John, kombinasi tank berat dan boat ini pernah dibuat oleh Rusia saat PD II. Selain itu, Amerika Serikat juga menggunakannya ketika perang Vietnam.
PT Lundin berancana menggandeng PT Pindad (Persero) untuk mengembangkan ‘Tank Laut’ ini. Sementara untuk pembuatan turet dengan kaliber 105 MM, Lundi menggandeng CMI Defence. Sedangkan Bofors asal Swedia digandeng untuk pengembangan sistem senjata.
Menurut John, TNI sangat berkesan dengan konsep ini. rencananya, X18 Tank Boat mampu membawa 4 kru dan 20 personil. Di atas air, kapal buatan Banyuwangi ini, mampu melaju dengan kecepatan maksimal 40 knots. Kapal ini memiliki panjang 18 meter dengan lebar 6,6 meter.
HarianTerbit.com



