Gedung Serbaguna di Stabat, Langkat disulap menjadi bioskop. Layar 8×10 meter berdiri gagah di panggung. Bioskop dadakan ini pun siap menampung ribuan pelajar di Stabat guna menonton film ‘Selembar Itu Berarti’.
Hiruk pikuk ribuan pelajar sudah memenuhi halaman Gedung Serbaguna. Mereka begitu antusias ingin cepat memasuki gedung. Tak ayal, panitia sedikit kewalahan. Event nonton bareng yang digagas Sansirita Production ini sebagai salah satu bentuk promosi untuk sekolah akting di Stabat.
Film berdurasi 1 jam 40 menit ini berkisah tentang perjuangan dua kakak beradik yatim piatu (Putri dan Diaz). Dengan kondisi ekonomi yang kekurangan, mereka tetap semangat untuk menimba ilmu di sekolah. Kekurangan materi mereka imbangi dengan kreatifitas. Memungut lembar demi lembar kertas kosong di tempat sampah yang kemudian disatukan menjadi buku, mencat sepatu menjadi berwarna hitam supaya bisa masuk kelas, hingga berjualan koran untuk makan sehari-hari.
“Terimakasih telah membuat film yang luar biasa ini. Ceritanya sangat menginspirasi,” ujar Rani, pelajar SMA Muhammadiyah Stabat saat diwawancarai Trimediapos.com.
“Belajar tidak harus selalu di sekolah. Dengan menonton film ‘Selembar Itu Berarti, berarti kita juga belajar. Sungguh banyak pelajaran hidup yang bisa diambil dari film ini,” sambut Raden, kepala sekolah Panca Karya Stabat.
Untuk menarik minat pelajar, panitia juga menyediakan hadiah berupa uang Rp1 juta untuk satu orang pemenang kuis dan sekolah akting gratis untuk 4 pemenang lainnya.
Membludaknya penonton membuat panitia harus membagi jadwal nonton menjadi 5 session.
“Kerja keras panitia terbayar tuntas dengan animo pelajar menonton film. Dan semoga mereka bisa memetik pelajaran yang disampaikan lewat media visual ini,” ujar Ferry Sumarlen, Humas Sansirita Production.
Setelah penayangan di Stabat, Sansirita Production juga akan menggelar event yang sama di Gedung Juang Tanjungpura tanggal 12 September 2015. Jangan sampai kelewatan.




decepticons
hebat juga bang Fery Sumarlen ini bah…..