Indonesia akan mengembalikan kejayaannya di laut. Setelah TNI AL berencana untuk mengaktifkan kembali skuadron pemburu kapal selam.
Seperti diketahui, pada era 1960-an, Indonesia melalui TNI AL memang pernah berjaya. Pada masa itu, Angkatan Laut memiliki helikopter pemburu kapal selam canggih pada zamannya. Seperti MI-4 buatan Mil OKB, Uni Soviet (sekarang Rusia), dan Westland Wasp HAS MK1 buatan Inggris. Dua jenis Helikopter ini ditempatkan di Skuadron 100 Anti-Kapal Selam.
Namun karena minim biaya untuk perawatan, Skuadron ini harus dinonaktifkan pada tahun 1980-an. Padahal kehadirannya sangat disegani lawan.
Perlahan tapi pasti, sejak 2014, keinginan untuk menghidupkan kembali diungkap TNI AL. Yaitu dengan mengandalkan Helikopter AS-565 MBe Panther.
“Untuk anti-kapal selam, salah satunya didukung dari helikopter ini. Selama ini kita pernah punya, kemudian pengadaan berhenti karena tidak ada biaya,” kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi seperti dilansir Liputan6.com.
“Sekarang pemerintah sudah memberikan dukungan biaya ini. Untuk tahap awal ini 11, lalu kita akan hidupkan lagi Skuadron AKS (Anti-Kapal Selam) ini,” sambung dia.
Helikopter pemburu kapal selam ini, kata Ade, diproduksi secara bertahap oleh Airbus Helikopter, Perancis bekerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia. Armada helikopter anti-kapal selam ini akan diperkuat mengisi arsenal kapal perang yang dimiliki TNI AL.
“Untuk 11 ini nanti kita akan menjadikan pesawat organik di kapal kelas Frigate. Karena kapal ini harus utuh, untuk kemampuan kapal selam, anti-kapal permukaan,” jelas jenderal bintang empat ini.
Rencana menghidupkan kembali Skuadron Anti-Kapal Selam ini, bertujuan mengantisipasi pelanggaran kapal selam negara lain menyusupi wilayah RI. Selama ini, untuk mengantisipasi dan patroli bawah laut masih menggunakan kapal perang dan 2 kapal selam TNI AL.
Sesuai rencana, 11 helikopter ini akan dikirim bergelombang selama 3 tahun. Sejumlah peralatan canggih, akan dipasang di helikopter Panther ini, seperti dipping sonar helras. Sedangkan untuk menghancurkan kapal selam akan dipasang sistem peluncur torpedo yang bisa menghantarkan Torpedo Whitehead A244/S atau Raytheon MK46.



