Mengintip Kecanggihan MH370 Malaysia Airlines

Dunia penerbangan saat ini dibuat panik dengan “hilangnya” pesawat MH370 Malaysia Airlines saat penerbangan Kuala Lumpur- Beijing. Dalam penerbangannya, MH 370 dilaporkan hilang kontak pukul 01.22 ketika berada diatas teluk Thailand pada (8/3/2014) yang lalu.

Hingga kini, nasib pesawat dan 239 penumpak termasuk awak kabin belum jelas, termasuk posisi kordinat terakhir. Akibatnya berbagai spekulasi muncul atas hilangnya pesawat ini.

Namun tahukah anda bahwa pesawat tipe Boeing B-777-200 ER yang digunakan MH 370 merupakan produk unggulan produsen pesawat asal Amerika Serikat itu. Seperti dilansir berbagai sumber, berikut spesifikasinya.

Boeing B-777-200 merupakan varian pertama pesawat komersial jarak jauh badan lebar bermesin kembar, yang prototipenya sudah diuji terbang sejak 1994-an dan meraih sertifikasi kelaikan udara dari Federal Aviation Agency pada awal 1997.

Mesin kembar merupakan solusi Boeing atas visinya menuju penerbangan hemat bahan bakar dan ramah lingkungan. Dengan itu pesawat bias mengangkut 314-451 orang (tergantung konfigurasi kelas) dan terbang antara 5.235-9.380 mil laut (setara 9.695-17.372 kilometer lurus).

kokpit mh370

Pada seri terkini, Boeing B-777-ER dengan jumlah penumpang dan beban optimum, mampu terbang menempuh rute Sabang-Merauke-Sabang dengan kecepatan jelajah ekonomis 555 mil laut/jam (890 kilometer/jam) pada ketinggian jelajah optimum antara 33.000-35.000 kaki di atas permukaan laut. Sehingga bisa dikatakan sangat irit untuk pesawat terbang berbadan lebar dan berlorong ganda.

Dengan kemampuan tersebut Boeing menawarkan konsep baru kepada operator penerbangan dunia dan penumpang, yang memungkinkan beragam konfigurasi dibentuk sesuai keperluan.

Ternyata “rahasia” besar itu terdapat pada rancangan aerodinamika, material, mesin berdiameter bilah turbin besar, dan sistem manajemen penerbangan yang ditanamkan secara terpadu.

Boeing menawarkan beberapa tipe mesin yang ditempatkan di pilon sayap dengan tabung buangan bergerigi, GE90-115B dari General Electric, atau Trent 8104 dari Rolls-Royce, dengan kebebasan opsi lain sesuai keinginan operator pemesan.

Dengan tata letak dan efektivitas panel-panel kendali ringkas, B-777 diakui cukup mengubah konsep pengendalian pesawat terbang badan lebar dunia.

Salah satu teknologi yang cukup mencuri perhatian adalah penerapan konsep flight envelope protection, sistem yang memandu pilot menginput parameter operasional berbasis kalkulasi komputer pada sisi kendali sistem fly-by- wire.

Sistem inilah yang diandalkan bisa mengatasi kondisi stall B-777 series dan memungkinkan bermanuver secara cukup ekstrim dalam keadaan memaksa.

Dipadukan kemiringan sayap hingga 31,6 derajad dan aerofoil superkritikal, B-777 series semakin efisien terbang padakecepatan Mach 0,83-0,84 (kecepatan suara).

Salah satu prinsip rancangan sayap yang dijagokan Boeing pada B-777 series ini adalah aerofoil lebih tipis namun bentang sayap lebih panjang; memungkinkan dia melaju lebih efisien dengan beban muat lebih berat.

ruang penumpang

Interior di dalam memang dikenal sangat lega, jarak antar kursi pada kelas ekonomi bisa pada kisaran 34-36 inci, lebih dari cukup untuk sekedar meluruskan kaki bagi kebanyakan tubuh orang Asia.

Dapur di tiga posisi fuselage juga sangat memungkinkan awak kabin memberi layanan maksimal karena dimensi ruang dan tata ruangnya yang sangat fleksibel. Triple Seven adalah nama populer yang disematkan Boeing kepada B-777 series, dengan United Airlines sebagai operator pertama pada

14 Oktober 1994.

Malaysia Airlines, menjadi operator pertama di Asia Tenggara dengan kedatangan perdana B-777-200 pada 2 April 1997; yang meminta “seri khusus” B-777-200ER.

Saat itu, B-777-200ER pesanan Malaysia Airlines itu diterbangkan tanpa henti dari hanggar pabriknya, di Boeing Field, Seattle, Amerika Serikat, ke Kuala Lumpur, sejauh 10.823 mil laut (20.044 kilometer) selama 21 jam dan 23 menit penerbangan. (ant)