Institusi ini semakin berbenah. Setelah sempat mengalami masa pasang surut, SMK Swasta YWKA Medan kembali digandrungi. Menjadi pilihan untuk menyongsong masa depan yang gemilang.
Berdiri sejak tahun 1988, SMK Swasta YWKA Medan merupakan favorit. Totalitas Yayasan Wanita Kereta Api (YWKA) terhadap unit usahanya, sama bagusnya dengan sang principal kala itu, Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA).
Reputasi PJKA, secara tak langsung mengangkat marwah SMK Swasta YWKA Medan. Gelontoran fasilitas, serta penerapan manajemen yang rapi, membuatnya mencapai masa kejayaan. Namun, restrukturisasi PJKA menjadi Perum, dan kemudian menjadi Peseroan sedikit banyak berpengaruh. Institusi ini mencapai level tak menggembirakan kala itu.
Kini, semuanya nyaris berbeda. SMK YWKA Medan optimis menghadapi tantangan. Institusi ini, tengah giat- giatnya. Bangkit menuju sebuah kesuksesan. Mencetak generasi berprestasi yang cerdas IQ, EQ, dan SQ nya.
Filosofi Manjadda Wajada
Sejak re-engineering oleh DPD YWKA Bandung pada tahun 2007, SMK Swasta YWKA Medan berkembang ke arah positif. Tingkat kepercayaan orang tua untuk menitipkan anaknya menimba ilmu di sekolah ini, meningkat tajam.
Secara angka, jumlah siswa meningkat hampir 100% tiap tahunnya. “Setelah fase re-engineering, sekolah ini mengalami kemajuan,” ucap Kepala SMK YWKA Medan, Drs.Wahyudi. “Apalagi dilaksanakan dengan filosofi manjadda wajada,’ ucapnya lebih lanjut.
“Yang pertama, guru harus kompak. Siswa cerdas dihasilkan dari guru yang ikhlas, utamanya dalam proses belajar. Di SMK YWKA, guru yang masuk ke kelas harus membawa ‘TAS DUIT’. “Artinya, Tertibkan, Amankan, Selesaikan, Do’a, Usaha, Ikhlas, dan Takwa. Dengan itu, siswa akan merasa nyaman di kelas. Selanjutnya, pembelajaran mudah-mudahan akan berhasil,” ucap Wahyudi yang menjabat Kepala SMK YWKA Medan sejak tahun 2002 itu.
Lebih lanjut, Wahyudi membeberkan langkahnya menghasilkan proses pembelajaran yang berkualitas. “Harus ada tahap perencanaan, transparansi, dan kebersamaan,” ucap sarjana ekonomi lulusan Universitas Panca Budi ini.
“Sebelum masuk kelas, setiap guru akan diberikan diklat,” ucapnya. “Untuk tahun ini bahkan, demi menjaga mutu pembelajaran itu, setiap guru akan menjalani psikotes. Sedangkan untuk memudahkan komunikasi dengan orang tua/wali siswa, kami akan berlakukan buku penghubung. Semua itu kami lakukan untuk yang terbaik bagi peserta didik.”
Terapkan Pembelajaran Inovatif
Menyelenggarakan 5 Program Keahlian (Akuntansi, Administrasi Perkantoran, Teknik Sepeda Motor, Teknik Komputer Jaringan, Teknik Permesinan), SMK YWKA Medan terapkan pembelajaran yang inovatif. “Kami menerapkan pembelajaran yang tidak hanya berpatokan pada satu cara. Sehingga siswa lebih aktif membangun pengetahuan mereka. Sistem ini dikenal dengan SCL. Student Centre Learning.”
“Dengan metode itu, siswa lebih kreatif. Contohnya sudah ada. Siswa berhasil mengolah barang bekas menjadi produk bernilai tinggi,” ucap Wahyudi.
Bagi siswa yang akan menjalani masa prakerin, Wahyudi juga memaparkan keunggulannya. “Kami sudah programkan pramagang untuk siswa kelas X dan XI. Selama sebulan, mereka akan praktik di DU/DI . Dengan itu, kompetensi siswa akan terjaga,” ucap Wahyudi yang berfilosofi membuat pasir menjadi mutiara itu. (Suryaman)



