Author: admin

TNI AL bakal kedatangan kapal perang baru yang lebih canggih. Kapal perang bertipe Kapal Rudal Cepat (KRC) ini, berjenis trimaran (berlunas tiga). Kapal ini akan lebih canggih dari pesanan sebelumnya yang terbakar ketika bersandar di Lanal TNI AL Banyuwangi, pada tahun 2012 yang lalu.

Kapal ini merupakan produksi PT Lundin Industry Invest. Pihak TNI AL memastikan bahwa kapal trimaran ini akan lebih canggih dari pendahulunya. Selain mengusung teknologi siluman (tak terdeteksi radar), kapal ini juga dilengkapi beberapa teknologi tingkat tinggi dan persenjataan canggih.

Kabarnya, kapal ini akan menggunakan material baru yang lebih canggih, lebih tahan api, dan lebih siluman. Sehingga sangat mumpuni untuk mengisi jajaran alutsista baru TNI AL.

Dalam pembuatan kapal ini, selain PT Lundin Industri Invest dan perusahaan Swedia yakni Saab, TNI juga meminta bantuan PT PAL dan PT Pindad dalam proses desain dan beberapa hal lainnya.

Rencananya, TNI AL akan memesan empat buah kapal. Belum ada kepastian kapan kapal jenis tiga lambung ini selesai. Namun, satu kapal sudah dalam proses pembuatan.

KASAL Laksamana Marsetio menjelaskan, Indonesia harus mampu membuat produk unggulan. Dalam hal ini, produk pertahanan. Selain untuk kebutuhan dalam negeri, produk tersebut harus memiliki keunggulan agar bisa dijual ke luar negeri.

Berdasarkan data KRI Klewang yang pernah diliris oleh PT Lundin, spesifikasi KRI Klewang adalah sebagai berikut : Panjang keseluruhan (length overall) 63 meter. Panjang kapal di permukaan air (lenght on waterline) 61 meter. Panjang total 63 meter, water draft 1,2 meter. Beam overall 16 meter. Bobot 219 ton. Berat bobot mati: 53,1 GT. Kecepatan maksimum 35 knot. Jangkauan (range) 2000 nm (mill laut). Mesin utama 4x MAN 1800 marine diesel engine nominal 1.800 PK [3]+ 4x waterjet MJP550. Memiliki tiga dek, mempu mengangkut pasukan hingga 29 orang, termasuk tim pasukan khusus.

Sumber: tabloidsergap/wordpress/com

 

 

Read Full Article

Indonesia akhirnya melansir alutsista (alat utama sistem senjata) baru buatannya. Melalui Pindad, panser anyar ini akhirnya dirilis. Namanya ‘Badak.’ Masa pengembangan yang panjang, membuat panser yang sebelumnya bernama kanon ini lahir secara matang. Dan siap mengawal tiap jengkal tanah ibu pertiwi dari segala bentuk ancaman.

Niatan Pindad untuk membuat panser kanon, sudah dimulai sejak tahun 2009. Prototipe pertama selesai pada tahun 2011. Ketika itu, purwarupa pertama masih menggunakan kubah milik tank Alvis Scorpion, dengan meriam 90 mm Low Pressure Cockerill Mk III.

Sempat diberi nama Bee pada purwarupa yang kedua, Pindad akhirnya meluncurkan panser kanon dalam speknya yang definitif, pada tahun 2014.

‘Badak’ benar-benar menggambarkan kemandirian produksi alutsista dalam negeri. Karena Pindad akhirnya memperoleh kepastian pasokan baja armor grade dari pabrik baja dalam negeri Posco-Krakatau Steel. Baja kualitas militer ini menjadi krusial. Karena Pindad berulangkali masih harus mengimpor baja dari luar negeri dalam proses yang tidak ekonomis, karena keharusan untuk membayar pajak bea masuk atas lembaran baja tersebut.

BADAK 2

Si ‘Badak’ ini memang dirancang menyerupai badak yang sesungguhnya. Permukaan di sisi atas terlihat sangat melandai. Ini bagus untuk memberikan kemampuan menahan impak peluru dengan lebih baik. Bahkan memaksanya memantul.

Pindad memberi jaminan bahwa, ‘Badak’ dengan kulitnya yang keras memenuhi standar NATO STANAG 4569 Level III. Atau mampu menahan impak peluru 7,62×51 mm AP (Armor Piercing) standar NATO. Dari jarak 30 meter. Ini sudah seperti kebiasaan Pindad, yang sebelumnya mendandani Anoa dengan lapisan tambahan.

‘Badak’ juga bisa ditingkatkan kemampuan perlindungannya. Setidaknya mampu menahan impak peluru 14,5 mm. Kontur bagian atas yang melandai, juga membantu memberikan sudut tunduk laras yang lebih besar. Sehingga apabila Badak ada di atas perbukitan, meriam masih mampu menyasar sasaran dibawahnya.
‘Badak’ dibekali dengan mesin diesel inline 6 silinder yang dilengkapi turbocharger. Daya maksimal yang disemburkan mencapai 320 HP. Dengan bobot kendaraan yang hanya 11 ton, dan power to weight rationya mencapai 29 HP/ ton, maka tidak heran jika ‘Badak’ bisa dipacu sampai kecepatan 90 km/ jam, pada jalanan aspal mulus dan rata.

Beberapa periskop berbagai jenis disematkan di balik juru kemudi dan awak kabin ‘Badak.’ Selain beragam sistem, mulai dari kamera pandang malam, kamera termal, sampai dengan kamera infra merah.

Sedangkan meriam berulir 90 mm, dan senapan mesin koaksial 7,62×51 mm standar NATO, disiapkan untuk menyapu habis ancaman pasukan infantri. Pada sisi komandan, dipasang senapan mesin sedang seperti FN MAG, MG3. Juga dudukan senapan mesin berat seperti CIS 50MG.BADAK 3

Melihat kemampuannya, ‘Badak’ boleh dikatakan setara atau bahkan melebihi kemampuan ‘Tarantula’ yang kadung dibeli oleh TNI AD. Ini menandakan bahwa untuk kelas kendaraan panser kanon, Indonesia sudah mampu mandiri dan tidak bergantung lagi dari negara luar.

Spesifikasi PINDAD BADAK 6×6
Dimensi (pxlxt) : 6×2,5×2,9m

Wheelbase : 1,5m
Bobot : 11 ton
Power to weight ratio : 22,85-29hp/ ton
Ground clearance : 400mm
Max speed : 90km/ jam
Arung air : 1m
Halangan parit : max. 0,75m
Radius putar : 10m
Jarak tempuh : 600km
Mesin : Diesel inline turbocharger intercooler 6 silinder daya 320hp dengan transmisi otomatis 6 maju dan 1 mundur
Sistem senjata
‒ Kubah CSE 90LP dengan kanon 90mm rifled dan koaksial 7,62mm
‒ Pintle mount 7,62mm
‒ 66mm smoke discharger

Sumber: indo-defense.blogspot.com

Read Full Article

Windows-10-Build-10022-3Windows 10 sudah memasuki tahap uji coba publik atau beta-test dan dalam beberapa bulan lagi siap diliris massal. Nah, pertanyaannya, apakah komputer atau laptop Anda bisa menjalankannya?

Ternyata, tidak sembarang PC bisa berjalan dengan Windows 10, sebab Microsoft telah memberikan syarat spesifikasi untuk pemakaian OS terbaru Microsoft itu. Lalu, apa saja syaratnya?

1. Pakai OS Windows paling update

Untuk bisa menjalankan Windows 10, pastikan PC Anda sebelumnya sudah menggunakan OS Windows 7 atau 8.1. Bagi pengguna yang sudah memiliki Windows 7 atau 8.1 original, mereka bisa mendapatkan Windows 10 dengan gratis.

Di sisi lain, bagi mereka yang hanya memiliki versi bajakannya saja, harus membelinya di toko online Microsoft saat Windows 10 sudah dirilis nanti.

Penasaran dengan OS Windows apa yang PC Anda pakai sekarang? Klik disini untuk mencari tahu.

2. Prosesor

Performa prosesor juga mempengaruhi bisa tidaknya pemakaian Windows 10. Dalam hal ini, PC Anda sudah harus menggunakan prosesor dengan kecepatan minimal 1 gigahertz (GHz). Namun, demi performa Windows 10 yang lebih baik, disarankan untuk memakai prosesor lebih dari 1 GHz.

3. RAM

Jika prosesor yang dibutuhkan minimal 1 GHz, maka Microsoft mensyaratkan minimal memori RAM berkapasitas 1GB untuk prosesor berarsitektur 32-bit. Sementara untuk prosesor 64-bit (terbaru), minimal RAM yang dibutuhkan 2GB.

4. Kapasitas hard disk

Soal kapasitas minimal hard disk yang bisa menjalankan Windows 10 juga dipengaruhi oleh prosesor. Bagi prosesor 32-bit, diperlukan hard-disk minimal 16GB. Sedangkan untuk prosesor 64-bit, kapasitas minimal hard-disk adalah 20GB.

5. Kartu grafis

Bagi Anda yang doyan nge-game di PC, syarat satu ini mungkin bukan masalah serius, sebab Microsoft hanya mensyaratkan kartu grafis minimal DirectX 9 dengan tambahan driver WDDM 1.0.

6. Layar

Soal layar, tidak dibutuhkan bentang layar tertentu untuk menjalankan OS Windows 10 mengingat OS ini disiapkan untuk semua jenis gadget. Syarat yang diberikan Microsoft hanya layar itu minimal harus mempunyai resolusi 800 x 600 piksel.

Selain syarat spesifikasi PC di atas, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pengguna, misalnya kompatibilitas beberapa aplikasi. Microsoft lewat situs resminya menyatakan bila ada beberapa aplikasi lama di Windows 7 dan 8.1 yang mungkin tidak bisa dijalankan di Windows 10.

[mc]

Read Full Article

12th-Hitachi-Young-LeadersBaru-baru ini empat mahasiswa Indonesia terpilih untuk mewakili Indonesia dalam forum Hitachi Young Leaders Initiative (HYLI) ke-13. Ajang yang akan diadakan di Manila, Filipina pada tanggal 27 hingga 30 Juli 2015 tersebut akan menghadirkan para pemimpin terkemuka dari kawasan Asia yang berasal dari sektor swasta, pemerintah, dan akademik untuk membicarakan masalah-masalah transportasi tingkat regional dan terlibat dalam dialog bersama para mahasiswa yang terpilih.

Para mahasiswa nantinya akan saling bekerja sama untuk mempresentasikan ide-ide mereka mengenai bagaimana mengatasi permasalahan transportasi tersebut. Para mahasiswa terpilih yang akan mewakili Indonesia adalah Adeline Tiffanie Suwana (UI), Andhanu Surya Ismail (ITS), Reza Rizky Darmawan (ITB) dan Sartika Hasirman (Universitas Indonesia). Para mahasiswa tersebut terpilih setelah melewati proses seleksi yang ketat, meliputi sesi wawancara juri yang diketuai oleh Ainun Na’im, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Ke-empat mahasiswa yang terpilih memiliki kemampuan akademik yang memuaskan, pengalaman ekstrakulikuler yang baik, kualitas dalam kepemimpinan, ketertarikan yang tinggi terhadap isu-isu kawasan dan global, serta kemampuan berbahasa Inggris yang baik. Hirohiko Morisaki, Managing Director, Hitachi Asia Ltd. mengatakan Program HYLI menunjukkan komitmen Hitachi untuk turut berkontribusi terhadap pembangunan dan keberlanjutan ASEAN di masa depan. Tema utama dari penyelenggaraan HYLI tahun ini adalah “ASEAN Perspectives on the Social and Environmental Challenges of Designing and Implementing Public Transportation Systems.”

“Kami menyadari bahwa generasi mendatang dari pemimpin-pemimpin muda saat ini akan menciptakan Asia yang lebih baik, oleh karena itu, sebagai perusahaan yang memiliki tanggung jawab sosial, Hitachi akan menyediakan sebuah sarana untuk pembinaan generasi yang akan datang,” kata Morisaki. (rol)

 

Read Full Article

anies baswedanMenteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan mengemukakan lima komponen pembentukan karakter siswa. Kelima komponen ini menjadi pilar gerakan penumbuhan budi pekerti yang akan diterapkan Mendikbud mulai tahun ajaran depan.
“Pendidikan karakter bukan hanya senyum, tapi betul Senyum, Sapa, Salam (3S) itu penting. Ada lima komponen, pertama adalah nilai moral dan agama,” kata Anies Baswedan di sela-sela open house, Jumat (17/7).

Anies melanjutkan, komponen lain adalah kecintaan pada tanah air dan bangsa. Interaksi positif antar warga sekolah juga penting. Yang dimaksud dengan warga sekolah adalah siswa, guru, tenaga pendidik, dan seluruh civitas akademika yang ada di lingkungan sekolah.

Selanjutnya, kata Anies, perlu dibangun interaksi positif antara sekolah dengan orang tua. Pasalnya, baik orang tua maupun sekolah sebagai tempat pendidikan anak harus berjalan beriringan. Pada akhirnya, hal itu dikuatkan dengan interaksi positif antara sekolah dengan lingkungan masyarakat.

“Nah, mulai tahun ajaran besok, kita akan menerapkan namanya gerakan penumbuhan budi pekerti. Komponennya lima itu tadi,” kata Anies.<rol>>

Read Full Article

Media-media Tiongkok dibuat heboh oleh orang Indonesia. Sebuah desain digital helikopter tempur yang dibuat pemuda kreatif Indonesia, mencuri perhatian khalayak. Tak ayal, pemberitaan itu sempat menjadi perdebatan publik.

Sebuah gambar helikopter hasil rendering 3D, muncul di laman huanqiu.com milik Global Times. Di situ juga ditampilkan lengkap dengan teks yang menyebutkan bahwa helikopter itu kemungkinan merupakan konsep mesin perang buatan Pasukan Beladiri Jepang.

Ditambahkan juga bahwa, helikopter yang bersangkutan terlihat seperti model dari film fiksi ilmiah. Sehingga galeri gambar-gambar helikopter itu ditampilkan di rubrik militer.

Berita tentang ha ini, bahkan muncul melalui kantor berita Xinhua, yang mengutip Global Times. Mereka mengatakan bahwa, helikopter futuristik itu merupakan konsep yang didesain oleh kalangan profesional Jepang.

Padahal, gambar helikopter ini bukan dibuat oleh warga negeri Sakura. Melainkan oleh seseorang warga Indonesia bernama Ridwan Chandra Choa. Ridwan bekerja sebagai seniman digital Lucas film Animation di Singapura. Ridwan mengunggahnya ke situs DeviantArt.

Beberapa pengguna di situs jejaring sosial Weibo meragukan keaslian helikopter dalam gambar. “Tanpa baling-baling ekor, bagaimana caranya dia bermanuver?” tanya seorang pengguna.

Beberapa pengguna lain berkomentar bahwa desain helikopter lebih mirip benda di buku komik ketimbang mesin perang sungguhan.

Kehebohan itu sebenarnya tak perlu terjadi. Karena pada gambar tersebut telah dibubuhi alamat URL DeviantArt, beserta nama dan tanda tangan sang kreator. Keterangan itu dibuat untuk menunjukkan bahwa helikopter 3D itu hanya dimaksudkan sebagai sebuah karya seni.

Sumber: teknotrek.blogspot.com

 

Read Full Article

Industri pesawat dalam negeri ternyata mampu bersaing dengan asing. Seperti CN-235. Pesawat angkut jarak sedang ini ‘dipersenjatai’ dengan dua mesin turbo-prop. Beberapa tahun lalu, pesawat ini dikembangkan sebagai pesawat terbang regional dan angkut militer. Versi militernya digunakan sebagai patroli maritim, surveillance dan angkut pasukan, oleh beberapa negara di dunia.

Desain awal CN-235 sebenarnya dimulai pada Januari 1980. Sertifikasi laik terbang dari Spanyol dan Indonesia, didapat pada tanggal 20 Juni 1986. Pesawat produksi pertama terbang pada 19 Agustus 1986.

Pesawat CN-235 selanjutnya mengalami pengembangan. Para insinyur Indonesia membuat versi militernya. Kini pesawat tersebut menjadi CN 235 MPA (Maritime Patrol Aircraft) atau versi Militer.

Pengembangan ini ternyata membuat banyak negara tertarik. Kehandalan, harga jual yang bersaing, serta teknologi yang disematkan membuat beberapa negara itu mengakui CN-235 MPA sebagau terbaik di dunia untuk kelasnya.

Beberapa negara seperti Korea Selatan dan Turki mengaguminya setengah mati. Turki dan Korsel adalah pemakai setia CN-235 MPA, mereka menyebutnya sebagai yang terbaik di kelasnya di dunia.

Kelebihan yang ditanamkan oleh insinyur-insinyur Indonesia pada CN-235 MPA ini adalah penambahan persenjataan. Seperti rudal dan teknologi radar. Radar yang digunakan bahkan mampu mendeteksi dan melumpuhkan kapal selam.

Berikut versi militer CN-235 yang diminati dan diekspor ke negara lain, yaitu:
* Afrika Selatan: Angkatan Udara Afrika Selatan (1)
* Amerika Serikat: Penjaga Pantai Amerika Serikat (8 HC-144)
* Arab Emirat: Angkatan Laut Persatuan Emirat Arab
* Arab Saudi: Angkatan Udara Arab Saudi
* Botswana: Angkatan Udara Botswana
* Brunei: Angkatan Udara Brunei (1)
* Chile: Angkatan Darat Chile (4 CN-235-100) satu jatuh di Antartika
* Ekuador: Angkatan Udara Ekuador
* Gabon: Angkatan Udara Gabon
* Indonesia: Angkatan Udara Indonesia (mengoperasikan CN235-100M, CN235-220M, CN235MPA)
* Irlandia: Korp Udara Irlandia (2 CN235MP)
* Kolumbia: Angkatan Udara Kolumbia
* Korea Selatan: Angkatan Udara Korea Selatan (20)
* Malaysia: Angkatan Udara Malaysia (8 CN235-220)
* Maroko: Angkatan Udara Maroko (7)
* Pakistan: Angkatan Udara Pakistan (4 CN235-220)
* Panama: Angkatan Udara Panama
* Papua New Guinea: Angkatan Udara Papua New Guinea
* Perancis: Angkatan Udara Perancis (19 CN235-100, 18 ditingkatkan menjadi CN235-200).
* Spanyol: Angkatan Udara Spanyol (20)
* Turki: Angkatan Udara Turki (50 CN235-100M); Angkatan Laut Turki (6 CN-235 ASW/ASuW MPA); Penjaga Pantai Turki (3 CN-235 MPA)
* Yordania: Angkatan Udara Yordania (2)

Berbagai sumber

 

Read Full Article

medaliTim Indonesia meraih dua medali dalam kompetensi matematika dan sains dunia kategori tingkat sekolah dasar yang diadakan di Hongkong. Indonesia berhasil mengalahkan 37 tim yang merupakan perwakilan negara-negara di dunia
Keikutsertaan Indonesia dalam kompetisi yang disebut lomba Po Leung Kuk ini diwakili oleh dua tim yang berasal dari dua institusi berbeda. Kedua institusi asal Indonesia ini merupakan dua institusi resmi oleh Panitia Po leung Kuk untuk mewakili Indonesia. Institusi tersebut adalah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dan Klinik Pendidikan MIPA (KPM).

Dalam lomba kali ini tim dari Klinik Pendidikan MIPA mendapat Piala Champion dan medali emas. Piala ini berhasil direbut kembali oleh Indonesia setelah terakhir kali diraih pada tahun 2010. Sementara itu tim dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mendapat Piala Runner up dan medali perak.

Menurut Ketua Deputi KPM, Weni Wulan Sari mengaku bangga dengan keberhasilan tim Indonesia. Termasuk prestasi timnya dari KPM yang berhasil menyabet juara pertama.

“Hasil tahun ini sangat membanggakan. Banyak peserta dari negara lain mengucapkan selamat kepada tim indonesia khususnya tim KPM atas prestasi yang diraihnya,” ujar Weni, Kamis (16/7).

Menurut Weni, semangat anak-anak dalam belajar serta kerajinan dalam beribadah menjadi kunci sukses keberhasilan pada ajang ini. Selain itu kekompakan sesama tim terus dijaga.

Ia juga mengatakan agar pemerintah bisa memperhatikan keberhasilan timnya. Walaupun berkompetisi mewakili Indonesia, KPM tidak datang dengan bantuan Kementerian Pendidikan. Biaya keberangkatan berasal dari swadaya KPM dengan dukungan orang tua.

Lomba Po Leung Kuk adalah lomba yang sangat bergengsi untuk kategori tingkat sekolah dasar karena diikuti oleh perwakilan negara-negara dari lima benua. Peserta lain di antaranya berasal dari negara-negara seperti Cina, India, Bulgaria, Amerika Serikat, Afrika Selatan, Australia, Mongolia, Pilipina, Malaysia, Thailand, Singapura.(rol)

Read Full Article

ASSPC-thailandTim pelajar Indonesia dari SMAN 83 Jakarta yang terdiri dari Esti Marzeta dan Elsha Cahyani Fadli berhasil meraih prestasi sebagai Juara II kategori physical sciences pada ajang kompetisi “the First ASEAN Students Science Project Competition” (ASSPC) Thailand, 6-10 Juli 2015.
Kepala Biro Kerja sama, Hukum dan Humas LIPI Nur Tri Aries dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat, mengatakan melalui kompetisi seperti ini LIPI ingin memfasilitasi semua pelajar untuk berkiprah dalam kompetisi ilmiah internasional sehingga diharapkan bertambah luas wawasan dan tingkat kepercayaan diri.

“Pengalaman dan prestasi para pelajar dalam ajang ASSPC ke depan mampu menjadi pemicu semangat untuk lebih banyak berkarya di dunia iptek,” ujar dia.

Mereka yang didampingi tim dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memenangkan gelar juara ini dengan karya ilmiah pembuatan mini briket dari sampah daun dan serbuk gergaji sebagai alternatif pengganti energi fosil.

Pelajar SMAN 83 Jakarta berhasil membawa pulang gelar juara ke Indonesia setelah menyisihkan puluhan karya ilmiah dari para pelajar berbagai negara ASEAN lainnya. Setidaknya ada 100 pelajar dengan 36 karya ilmiah turut serta dalam ajang ASSPC tersebut.

Guru pembimbing Tim SMAN 83 Jakarta Bayu Satriyawan mengatakan bahwa karya ilmiah anak didiknya memang terbilang inovatif dan ramah lingkungan untuk pengembangan energi terbarukan.

Berbeda dengan jenis-jenis briket yang sudah ada sebelumnya, mini briket itu memiliki ukuran yang jauh lebih kecil. Briket ini mendaur ulang sampah menjadi bernilai guna lebih tinggi.

Selain ukurannya hanya sebesar kapsul, briket tersebut juga tidak kotor dan tidak mengeluarkan asap. Mini briket tersebut selanjutnya akan digunakan di lingkungan SMAN 83 Jakarta.

“Kami berharap melalui pengembangan lebih lanjut, briket ini dapat digunakan untuk masyarakat luas,” ujar dia.

Keberhasilan meraih gelar Juara II physical sciences juga diikuti raihan prestasi lainnya dari salah satu pelajar yang masih tergabung di Tim SMAN 83 Jakarta Esti Marzeta memenangkan Juara I Science Walk Rally dengan kelompoknya yang terdiri dari gabungan pelajar dari berbagai negara.

Ajang ASSPC yang digelar saat ini menyuguhkan berbagai kegiatan keilmuwan bagi para pelajar yang mengikutinya, seperti workshop, science show, dan acara lain yang memperkenalkan sains dengan cara yang menyenangkan. Selama setidaknya dua tahun ke depan, kompetisi ini akan diselenggarakan oleh Thailand sebagai tuan rumah.

Sedangkan, ajang setelah itu dapat diselenggarakan oleh negara-negara ASEAN lainnya. Ada tiga klasifikasi yang dipertandingkan pada ajang tersebut, di antaranya physical sciences, biological sciences, dan creative innovation.

Pada ajang ASSPC kali ini, Indonesia melalui LIPI mengirimkan tiga tim pelajar untuk berkompetisi yang sebelumnya merupakan finalis terpilih the National Young Inventor Award (NYIA) yang diselenggarakan oleh LIPI pada tahun 2014. Mereka adalah tim pelajar dari SMAN 83 Jakarta, SMAN 1 Dempet Demak Jawa Tengah, dan SMAN 1 Yogyakarta.

Para pelajar tersebut didampingi oleh tim LIPI yakni Prof Dr Subyakto, Mafaza, dan Reyder Simanullang. (ant)

Read Full Article

Sahut-sahutan kalimat takbir selalu saja membuat terharu. Bahkan tak jarang membuat air mata berlinang. Tanpa sadar.

Kalimat suci yang menggemakan Kebesaran, Keagungan, dan KeEsaan Allah itu memang meresap teramat dalam. Haru dan bahagia menjadi satu. Tak ingin lepas dari ramadan yang akan pulang, atau tak sabar menanti syawal yang akan segera datang.

Ramadan memang akan selalu dinantikan oleh perindunya. Bagi mereka yang beriman, dihadapkan dengan ujian: berperang terhadap hawa dan nafsu. Jika lulus, akan mendapat gelar Taqwa. Mereka-mereka inilah yang keluar sebagai pemenang.

Kemenangan di bulan syawal itu disambut dengan suka cita. Dengan beraneka ragam corak dan warna. Berbeda-beda ekspresi dan gaya. Berjenis-jenis adat istiadatnya. Namun sebenarnya, inti perwujudan kemenangan itu hanya satu: Ucapan Rasa Syukur.

Bagi yang memiliki rezeki, biasanya akan habis-habisan membedah rumahnya. Dinding-dinding rumahnya dicat. Pintu-pintu dan jendelanya juga. Demikian pula dengan pagar hingga ke teras. Bagian dalam rumah pun tak luput dari bedah rumah itu. Sofa hingga kain gorden, semuanya diganti. Serba baru.

Ada yang menyikapinya dengan memasak makanan yang enak-enak. Biasanya membuat ketupat. Atau lontong. Meskipun ada juga yang membuat roti jala. Makanan-makanan ini, didampingi dengan lauk yang juga enak. Semisal opor ayam, atau rendang, tauco udang, dan sebagainya.

Perayaan pada malam kemenangan dilakukan di masjid. Jamaah mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil. Di beberapa wilayah, takbiran dilakukan secara keliling. Ada yang berjalan kaki, menggunakan kendaraan tradisional, ataupun kendaraan bermotor.

Sambil berpawai, mereka membawa obor, menggunakan sarung dan peci. Kendaraan-kendaraannya dihias. Dibuat menyerupai masjid, lengkap dengan kubah-kubahnya. Bagi mereka, cara seperti ini lah yang bisa mengambarkan luapan kegembiraan kemenangan di bulan ramadan itu.

Meskipun demikian, perayaan takbir keliling sering salah kaprah. Komponen masyarakat menafsirkannya secara berbeda-beda. Jauh dari makna sebenarnya. Pawai itu, kemudian berubah menjadi ajang ugal-ugalan di jalan. Berkendara tanpa mematuhi rambu-rambu lalu-lintas. Serta tidak menggunakan peralatan keselamatan berkendaraan.

Semua jenis kendaraan tumpah ruah di jalan raya. Mulai dari yang tak laik jalan, hingga yang baru saja diperbolehkan jalan (kendaraan baru). Pengendaranya pun terdiri dari beragam usia. Dari yang belum memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi), hingga yang sudah kadaluarsa SIM nya.

Mudik menjadi tradisi yang tak pernah lepas dari sejarah lebaran di Indonesia. Bayangkan, betapa repotnya mengatur 30 juta orang yang bermigrasi pada saat yang bersamaan. Mereka-mereka ini, bergerak dengan tujuan antar kota, antar pulau, atau antar provinsi.

Ada yang tujuan mudiknya jarak jauh, hingga antar provinsi. Ada juga yang jarak sedang, misalnya dalam provinsi. Namun ada juga yang jarak dekat, misalnya antar lintas kabupaten. Meskipun demikian ada juga yang tak mempunyai tempat yang dituju, namun tetap juga melaksanakan mudik. “Biar ngerasai mudik lebaran,” pikirnya.

Cerita kemenangan ramadan ternyata tak hanya yang indah-indah saja. Di luar sana, ada begitu banyak saudara kita yang belum beruntung, secara ekonomi. Mereka ini tak bisa memaknai kemenangan lebaran seutuhnya. Batin nya merasakan, namun lahirnya tidak.

Tak ada baju baru, sepatu baru, apalagi hp baru. Konon lagi untuk mengecat rumah, bisa menyisihkan cukup uang buat makan esok hari saja sudah bersyukur.

Salah satu didikan ramadan yaitu: peduli terhadap sesama. Apa nikmatnya merasakan sendiri tanpa berbagi? Apa enaknya perut kita sendiri yang kenyang sementara saudara kita masih kelaparan?.

Mereka juga berhak merasakan, sama seperti yang kita rasa. Ada hak mereka atas harta yang kita miliki. Islam mewajibkan penganutnya, yang melaksanakan puasa, untuk menunaikan zakat diri (fitrah).

Dari zakat itu, ada bagian-bagian bagi saudara kita yang belum beruntung. Bagian yang biasanya berupa uang, ataupun makanan pokok itu, bisa mereka gunakan. Untuk mencukupi kebutuhannya. Sehingga berkah lebaran juga bisa mereka rasakan.

Itulah indahnya Islam. Saat ramadan pulang (berlalu), dan ketika lebaran datang, semuanya senang.

Taqabbalallahu Minna Wa Minkum. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H.

Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Redaksi trimediapos.com

 

Read Full Article

Unair surabayaUnair segera membangun Pusat Radiologi dan Pusat Layanan Steam Cell di lingkungan Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) Kota Surabaya.

“Itu usaha yang akan kita lakukan. Pusat Radiologi itu bahkan akan bekerja sama dengan Rumah Sakit Pendidikan di Taiwan,” kata Rektor Unair Prof M Nasih di Surabaya, Senin malam.

Di sela Buka Puasa Bersama Insan Pers, rektor yang baru saja dilantik itu menjelaskan khusus Pusat Layanan Steam Cell akan dilakukan Unair secara mandiri.

“Insya-Allah, Pusat Radiologi dan Pusat Layanan Steam Cell itu akan beroperasi pada tahun 2016. Kita membangun Pusat Radiologi, karena pasar itu cukup potensial,” katanya.

Menurut dia, masyarakat Indonesia yang terkena kanker banyak yang berobat ke Pusat Radiologi di Singapura, bahkan mereka sampai antre.

“Kita akan menarik masyarakat Indonesia untuk berobat ke negara sendiri, kita akan buktikan bahwa kita juga memiliki kualitas sumber daya manusia yang tidak kalah dengan Singapura,” katanya.

Selain Pusat Radiologi dan Pusat Layanan Steam Cell, pihaknya juga akan mengembangkan Pusat Penerbitan Airlangga sebagai salah satu usaha yang juga potensial untuk dikembangkan.

“Dengan semua usaha itu, maka kita akan siap untuk mengurangi SPP untuk mahasiswa. Untuk tahap awal, kita siap dengan rencana pemerintah merevisi UKT (uang kuliah tunggal),” katanya.

Rencananya, Menristekdikti akan merevisi UKT yakni 20 persen mahasiswa akan kuliah gratis dan 80 persen dibagi menjadi tiga kategori yakni UKT murah, sedang, dan sesuai kemampuan.

Ditanya tentang pembantu rektor yang akan membantunya, ia mengatakan hal itu akan dirumuskan setelah Lebaran 2015.

“Tapi, nantinya ada empat pembantu rektor (PR) yakni PR I bidang akademik dan kemahasiswaan, PR II bidang sumberdaya manusia dan sarana/prasarana, PR III bidang penelitian dan publikasi, dan PI IV bidang usaha, non-akademik, dan alumni,” katanya. (ant)

Read Full Article

Indonesia berusaha terus mandiri untuk memroduksi alat utama sistem senjata (alutsista). Sebuah konsep kapal militer terbaru kini tengah digagas. Fisiknya berupa kawin silang antara kapal (boat) dengan tank berat (heavy tank). Namanya ‘Tank Laut.’ Ia diklaim sebagai yang pertama, dan belum pernah ada di pasar senjata dunia.

Konsep ini merupakan garapan PT Lundin Industry Invest, pabrik kapal militer yang bermarkas di Banyuwangi Jawa Timur. Sebelum ini, mereka terlebih dahulu telah menciptakan kapal perang siluman bernama Kapal Cepat Rudal Trimaran. Atau KRI Klewang.

“Kita melihat ini dapat dipakai untuk operasi di laut dan sungai. Heavy tank memiliki kendala untuk operasi di pendalaman dan juga daerah kepulauan. Maka kita kembangkan kombinasi boat dan tank guna mendukung pendaratan amfibi namun dilengkapi senjata berat,” kata Presiden Direktur PT Lundin, John Lundin, seperti dilansir harianterbitcom.

Kapal yang direncanakan bernama X18 Tank Boat ini, akan menggunakan material komposit. Material ini dinilai lebih kuat 10 kali dari baja namun juga 10 kali lebih ringan dari baja.

John menjamin komposit material untuk Tank Boat ini tahan api. Ia memastikan tidak akan terulang kembali musibah serupa yang menimpa KRI Klewang karena memakai bahan serupa.

“Teknologi terbaru dari material komposit 100% tahan api,” jelasnya.

Menurut John, kombinasi tank berat dan boat ini pernah dibuat oleh Rusia saat PD II. Selain itu, Amerika Serikat juga menggunakannya ketika perang Vietnam.

PT Lundin berancana menggandeng PT Pindad (Persero) untuk mengembangkan ‘Tank Laut’ ini. Sementara untuk pembuatan turet dengan kaliber 105 MM, Lundi menggandeng CMI Defence. Sedangkan Bofors asal Swedia digandeng untuk pengembangan sistem senjata.

Menurut John, TNI sangat berkesan dengan konsep ini. rencananya, X18 Tank Boat mampu membawa 4 kru dan 20 personil. Di atas air, kapal buatan Banyuwangi ini, mampu melaju dengan kecepatan maksimal 40 knots. Kapal ini memiliki panjang 18 meter dengan lebar 6,6 meter.

HarianTerbit.com

 

Read Full Article

Indonesia patut berbangga. Karena salah satu perusahaan BUMN-nya, Garuda Indonesia Tbk (GIAA), bakal meresmikan hanggar pesawat terbesar di dunia. Direncanakan, hanggar ini mampu menampung hingga 16 unit pesawat berbadan kecil (narrow body).

“Hanggar itu isinya 16 narrow body. Di dunia nggak ada. Kita juga lagi coba konsep green hangar hemat energi,” tutur Direktur Utama Garuda Indonesia, Arief Wibowo, seperti dilansir detikcom.

Menurut rencana, hanggar yang akan dibangun di Bandara International Soekarno-Hatta ini, akan menghabiskan investasi hingga US$ 45 juta (Rp 585 miliar). Dananya berasal dari pinjaman perbankan.

Tahap pengerjaan hanggar tersebut, dijadwalkan selama 2 tahun. Lokasinya di tanah kosong komplek Garuda City Center.

Hanggar ini akan menjadi yang terbesar di dunia, karena belum ada hanggar yang mampu mengakomodir 16 pesawat narrow body. Paling banyak saat ini adalah 8 unit pesawat.

Hanggar ini dibangun dengan menggunakan konsep butterfly hangar yang mana terintegrasi dengan kantor dan workshop.

 

Read Full Article

Konsep baru digagas PT Dirgantara Indonesia (PT DI) terhadap pesawat buatannya. Kalau biasanya pesawat dirancang dengan mengandalkan kecanggihan teknologi, pesawat yang tengah digagas itu mengandalkan ketangguhan kekuatan untuk melayani penumpang.

Pesawat baru itu ditargetkan akan melayani rute-rute pendek, misalnya Tanjung Karang-Palembang, Jakarta- Cirebon, dan lainnya, kata Presiden Direktur PT Dirgantara Indonesia, Budi Santoso.

Pesawat yang diberi nama N-245 itu mungkin saja punya target tujuan akhir sama jauhnya dengan pesawat biasa. Namun, ia direncanakan terbang dengan beberapa kali pemberhentian, untuk menurunkan dan menaikkan penumpang. Istilahnya multihop atau spoke to spoke.

Misalnya sebuah pesawat, terbang dari Jakarta tujuan Surabaya. Dalam perjalanannya, pesawat tersebut bisa berhenti di Cirebon dan Semarang untuk naik turun penumpang. “Jadi, seperti KRL,” kata Budi seperti dilansir beberapa media online.

Meskipun saat ini sudah ada pesawat yang melayani jarak tertentu dengan pemberhentian di antaranya, namun rute N-245 bakalan lebih pendek. Maksimal hanya 200 mil laut sekali terbang.

Budi menuturkan, N-245 awalnya bisa dikonsentrasikan ke rute pendek dengan minat penumpang kecil. Namun, pada masa depan, pesawat tersebut bisa dioperasikan lebih luas. Budi percaya, minat warga Indonesia untuk naik pesawat walaupun dengan jarak pendek bakal tumbuh.

Pesawat ini direncanakan memiliki kapasitas angkut 50 penumpang. N-245 diharapkan mampu bersaing dengan pesawat jenis ATR 42 dan Q 300. Mudah-mudahan bisa menggantikan pesawat seperti ATR 72 yang kini dipakai maskapai seperti Garuda Indonesia untuk rute pendek.

N-245 merupakan pengembangan dari CN-235. Sayap pesawat tersebut akan menggunakan sayap yang sebelumnya dikembangkan untuk CN-235. Untuk badan pesawat, dasarnya adalah badan CN-235 yang kemudian dimodifikasi bagian ekornya.

Saat ini, N-245 tengah memasuki tahap perencanaan. Ke depan, akan ada simulasi dan evaluasi secara ekonomi sebelum pengembangannya. Bila memang memungkinkan secara ekonomi, N-245 akan mulai dikembangkan tahun depan.

Budi mengatakan, pengembangan N-245 bakal lebih murah. Bila pengembangan pesawat N-250 sudah menelan biaya hampir 2 miliar dollar AS, pengembangan N-245 hanya akan menelan biaya sekitar 150 juta dollar AS.

Sumber: goodnewsfromindonesia.com

Read Full Article

logo pbbMahasiswa asal Indonesia menjadi yang terbaik pada kompetisi simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk kawasan Asia-Pasifik tahun 2015 (AMUNC 2015) di Perth, Australia Barat, 29 Juni hingga 4 Juli 2015.
Alwan Hafiz, mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), meraih gelar “Best Delegate” (setara dengan juara 1) pada Komite United Nations Development Programme dan Sheila Alifia-juga dari UGM-meraih gelar Honorable Mention (setara juara 3) pada Komite High Level Summit on MDGs.

Berkat pencapaian Alwan dan Sheila, UGM dianugerahi penghargaan Best Small Delegation (setara juara umum).

Prestasi juga ditorehkan peserta asal Universitas Indonesia (UI). Sebagai Universitas yang pernah mendapatkan gelar juara umum pada 2013, mahasiswa UI mendapat kehormatan diundang menjadi juri.

Dari sebelas mahasiswa UI yang hadir dalam AMUNC 2015, lima di antaranya ditunjuk menjadi juri dan empat orang menjadi peserta berhasil menerima penghargaan Diplomacy Award (setara dengan juara 2) dan Honorable Mention.

AMUNC 2015 adalah ajang imulasi sidang PBB terbesar di Asia-Pasifik yang diikuti mahasiswa berbagai universitas. Kompetisi tahunan kali ini genap berusia 21 tahun dan diikuti lebih dari 700 peserta.

Selain UGM dan UI, wakil Indonesia juga datang dari mahasiswa Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Islam Indonesia, Universitas Bina Nusantara, Universitas Mercu Buana, dan President University.

Kompetisi MUN selalu menarik minat mahasiswa Indonesia, selain memberikan pengalaman tampil pada forum internasional, belajar ilmu berdiplomasi, menambah wawasan serta kepekaan atas isu-isu dunia yang berkembang, ajang ini membuka kesempatan bagi peserta untuk berinteraksi dan saling mengenal kebudayaan dari berbagai negara.

Konjen RI Perth, Ade Padmo Sarwono, berharap semangat para peserta untuk mengembangkan diri pada forum-forum internasional terus ditingkatkan.(ant)

Read Full Article