FBI tengah mencari para korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh mantan guru Jakarta International School (JIS) William J Vahey. Hal ini dilakukan karena Vahey memilih bunuh diri pada 21 Maret 2014 dengan membawa sejumlah misteri.”Tindakan bunuh dirinya meninggalkan pertanyaan lebih banyak daripada yang sudah terjawab,” tulis FBI dalam situs resminya yang dikutip detikcom, Rabu (23/4/2014).
Pencarian puluhan korban Vahey dilakukan FBI untuk pendampingan dan juga proses identifikasi. “Tidak hanya untuk membantu penyidikan tetapi juga untuk pendampingan membantu para korban,” tulis FBI.
Dalam data USB milik Vahey, FBI mendapatkan gambar para korban yang berumur antara 12 hingga 14 tahun terbaring tak berdaya. Dalam data berupa foto dan video dengan jumlah korban 90 orang tersebut, Vahey mengakui semua perbuatannya sebagai paedofilia. Ia juga menulis secara lengkap lokasi hingga waktu pencabulan dari setiap foto.
Oleh karena itu, FBI tetap melakukan penyidikan dengan mengumpulkan informasi terkait korban-korban Vahey. Termasuk di Indonesia, karena William pernah mengajar di JIS selama 10 tahun tepatnya pada 1992-2002.
“Pada saat ini, para penyidik tidak tahu apakah data itu diperjualbelikan oleh William sebagai materi pornografi yang dibuatnya,” tulis FBI.
Vahey yang berprofesi sebagai guru itu menjerat korbannya dengan cara mengajak mereka bepergian ke suatu tempat. Saat mereka lengah, William lalu membuat mereka tak sadarkan diri dengan memberikan obat tidur.
Saat para korban sudah tertidur dan tak sadarkan diri, barulah Vahey melancarkan aksi cabulnya. Sebelum di JIS, dia pernah menjadi guru di berbagai sekolah di 9 negara lain seperti London, Saudi Arabia, Iran, dan Spanyol.
“Sebagai upaya pengungkapan, FBI terus bekerja sama dengan mitra internasional kami di negara-negara yang terkena dampak,” tulis FBI.
“Informasi FBI itu akurat, sudah jelas dia pernah di sini,” kata juru bicara JIS Daniarti Wusono saat dikonfirmasi, Rabu (23/4/2014).
Sayangnya, Daniarti belum bisa merinci Havey mengajar apa di JIS. Tak juga diperoleh informasi apakah selama 10 tahun mengajar ada aduan dari orangtua soal kelakukan Vahey.
Di dalam keterangan FBI, Vahey mengakali korbannya dengan ikut dalam darmawisata dan kemudian memberi obat tidur sebelum melakukan tindakan bejat
“Di JIS guru dan pegawai keluar dan masuk, ada yang setahun dua tahun,” jawab Daniarti. (dtk)
Sekolah-sekolah yang pernah disinggahi Vahey:
- American Nicaraguan School in Managua, Nicaragua (2013-2014)
- Southbank International School in London, United Kingdom (2009-2013)
- Escuela Campo Alegre in Caracas, Venezuela (2002-2009)
- Jakarta International School in Jakarta, Indonesia (1992-2002)
- Saudi Aramco Schools in Dhahran, Saudi Arabia (1980-1992)
- American Community School in Athens, Greece (1978-1980)
- Passargad School in Ahwaz, Iran (1976-1978)
- American School of Madrid in Spain (1975-1976)
- American Community School of Beirut in Lebanon (1973-1975)
- Tehran American School in Iran (1972-1973)
(int/len)






























