Faktor kopilot diduga menjadi penyebab jatuhnya pesawat Germanwings. Berdasarkan data sementara, penyidik menyimpulkan hal itu. Andreas Guenter Lubitz, diduga sengaja menjatuhkan pesawat tersebut. Dalam aksinya, ia diduga mengunci pintu kokpit dari dalam sehingga pilot yang baru dari toilet tidak bisa masuk.
Pintu kokpit pesawat memang dirancang lebih canggih, pasca peristiwa terorisme 9/11. Semenjak peristiwa yang terjadi pada tahun 2001 itu, keamanan pintu kokpit di pesawat diperketat. Tujuannya adalah, untuk mencegah orang asing seperti teroris bisa masuk ke dalam untuk membajak pesawat.

Pintu akan terkunci secara otomatis, jika pilot membuka pintu kokpit dan keluar. Airbus A320 milik Germanwings yang jatuh di pegunungan Alpen sendiri dibekali mekanisme penguncian ini.
Selama penerbangan, pintu kokpit selalu tertutup dan terkunci. Kontrol buka tutupnya dilakukan melalui alat bernama Cockpit Door Locking System (CDLS) yang terletak di antara pilot dan kopilot.
Kemudian, pilot juga dapat memantau kamera CCTV untuk melihat siapa yang akan masuk. Pilot memang berkuasa penuh atas pintu kokpit ini dan dapat memilih siapa yang masuk.
Kru kabin yang lain memang bisa masuk ke dalam kalau ada situasi darurat. Meski begitu, pintu kokpit dirancang tetap dapat terkunci total dalam waktu yang ditentukan oleh pilot selama lima sampai 20 menit. Pilot bisa melakukannya kalau merasa ada ancaman atau dalam situasi tertentu sehingga pintu tetap terkunci.
Kru kabin pun tidak dapat masuk dalam situasi tersebut. Baru setelah waktu yang ditentukan berlalu dan pilot tidak melanjutkan mengunci pintu, mereka dapat masuk dengan menekan kode tertentu dari luar.
Mekanisme itu yang diduga disalahgunakan kopilot Germanwings. Pilot yang baru dari toilet sebenarnya sudah menekan kode untuk dapat masuk, akan tetapi sang kopilot tetap menguncinya dari dalam setelah waktu yang ditentukan
Terbatasnya waktu penguncian itu sebenarnya disengaja agar kalau terjadi sesuatu pada pilot, kru kabin yang lain dapat masuk. Misalnya pilot pingsan, pintu tetap dapat dibuka meskipun sebelumnya sudah dikunci.
Pintu kokpit ini juga punya fitur keselamatan yang lain. Misalnya kalau tekanan udara di kokpit tiba-tiba berkurang, pintu itu otomatis akan terbuka.
Perkiraan ini didasarkan pada rekaman dari voice recorder di kokpit menunjukkan kalau kopilot Andreas Lubitz sengaja mengunci kokpit dari dalam sehingga pilot Patrick Sonderheimer yang sedang ke toilet tidak bisa masuk.
Dalam rekaman tersebut, terindikasi kalau Patrick sudah berusaha menggedor pintu namun Lubitz tidak juga membukanya. Kemudian secara sengaja, ia mulai menjatuhkan pesawat.



