Seringnya terjadi kebakaran yang disebabkan oleh kompor yang lupa dimatikan menjadi keprihatinan tersendiri bagi mahasiswa UGM, Hisyam. Ditambah lagi desain kompor yang sejak dulu tidak berubah menjadi perhatiannya juga.
Berdasar hal tersebut, mahasiswa UGM ini ciptakan kompor yang dapat diatur dengan remote. Selain keamanan yang utama, produk ini pun praktis digunakan.
Sejak diberlakukannya program konversi minyak tanah ke gas oleh pemerintah Indonesia, penggunaan kompor gas hingga kini makin popular di masyarakat.
Hingga pada 2005 ../mahasiswa-ugm-ciptakan-kompor-aman-berteknologi-timer-dan-remote-control/Menu.jpgrut data Kementrian ESDM, terdapat 73 pabrik tabung LPG dengan kapasitas mencapai 75 juta/tahun.
Di sisi lain, makin vitalnya kebutuhan masyarakat akan suatu produk maka desain dan keamanan produk tersebut juga harus diperhatikan.
Bila menengok kompor konvensional yang beredar, desain produk tersebut belum banyak mengantisipasi resiko terutama apabila pengguna lupa mematikan api setelah pemakaian.
Padahal selain dapat menimbulkan pembuangan gas secara cuma-cuma, juga berpotensi menimbulkan kecelakaan. Paling buruk adalah kebakaran.
Oleh karenanya, mahasiswa UGM yang terdiri dari M.Rifai PS, Budi Azhari, Kukuh Daud P, Hisyam dan Ariesa Budi Z menciptakan kompor gas yang praktis dan dapat memberikan keamanan dalam berbagai kondisi.
Kompor tersebut dinamakannya Automatic Gas Stove for Safety (Agos).
Salah seorang anggota tim, Hisyam mengungkapkan, sebenarnya beberapa model kompor terbaru telah menerapkan teknologi timer supaya kompor dapat mati secara otomatis sesuai setting waktu yang ditentukan.
Namun sayangnya pilihan pengaturan waktu masih terbatas sehingga dirasa masih kurang praktis.
Pada kompor buatannya, terdapat dua pilihan mode pengoperasian yakni manual dan otomatis.
Pada mode manual, pengaturan kompor akan seperti kompor gas pada umumnya. Sementara pada mode otomatis, mekanisme operasi adalah berdasar ada tidaknya peralatan di atas tungku.
“Ketika ada peralatan memasak di atas tungku maka kompor akan menyala. Pun saat peralatan masak seperti panci dipindahkan dari kompor setelah masak, kompor akan otomatis padam,” jelas Hisyam saat ditemui di Fortakgama UGM, beberapa waktu lalu.
Di samping itu, lanjut Hisyam, kompor Agos ini juga dilengkapi fungsi timer untuk pengaturan lama nyala kompor serta pengaturan level nyala api secara digital. Pengaturan lama waktu dan level api dilakukan dengan menggunakan remote control.
“Tidak seperti pada desain kompor konvensional, pada kompor Agos, pengaturan waktu lebih praktis karena pengguna tinggal memasukkan digit lama waktu nyala api melalui remote control,” jelas Hisyam.
Anggota tim lainnya M.Rifai PS memaparkan, ide pengembangan Agos ini tercetus ketika kelimanya mengikuti Kompetisi Inovasi Produk bertajuk Lipen 2014 yang diselenggarakan oleh Kementrian Koperasi dan UKM RI.
Pada kompetisi tersebut, Agos meraih juara ketiga.
Kemudian saat mereka mengikuti Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) Karsa Cipta 2015, kelimanya memutuskan untuk mengembangkan produk ini lebih lanjut.
Termasuk penambahan fitur suara pada kompor supaya aman untuk kaum difabel.
“Saat ini di kompor sudah ada speaker yang ../mahasiswa-ugm-ciptakan-kompor-aman-berteknologi-timer-dan-remote-control/Menu.jpgnjukkan kecil besarnya api. Nantinya kami akan mengembangkan lebih lanjut agar lebih aman untuk difabel,” pungkas Rifai. (trib)



