Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memiliki cara berbeda untuk memajukan pendidikan di daerahnya. Dengan gelontoran dana miliaran rupiah, Pemkab Banyuwangi dengan anggaran bantuan keuangan khusus (BKK) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, menginisiasi berdirinya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan batik, sebesar Rp 15 miliar. SMK tersebut adalah SMK Negeri 2 Tegalsari yang didirikan tahun 2014. Rencananya gedung SMK tersebut akan dirancang arsitek nasional Andra Matin dengan konsep ramah lingkungan.
“SMK tersebut terdiri atas empat jurusan yang salah satunya jurusan desain tekstil batik. Kami mengusulkan jurusan ini kepada provinsi sebagai salah satu cara kami mempercepat regenerasi perajin dan pelaku industri batik lokal yang saat ini jumlahnya masih terbatas,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kamis (15/10/2015), seperti dilansir kompascom.
Saat ini, pembangunan gedung sekolah tersebut masih berlangsung, dan untuk sementara kegitan belajar mengajar menggunakan gedung salah satu sekolah dasar di Desa Kebondalem.
“Siswanya mencapai 60 orang, dan tahun depan sudah bisa belajar di gedung yang baru,” ungkap dia.
Pada jurusan batik akan diajarkan praktik desain, mencanting serta sejumlah teknis pewarnaan. SMK tersebut dilengkapi dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah yang akan menampung limbah batik.
Didirikannya SMK ini, lanjut Bupati Anas, agar siswa lulusannya tidak lagi bingung mencari kerja namun cukup memberdayakan dirinya sendiri dengan mengembangkan batik.
“Setelah SMK ini berjalan selanjutnya kami juga akan membuka kursus-kursus membatik yang ditujukan bagi ibu-ibu rumah tangga di desa-desa,” kata Anas.















